riau24 Memutus Rantai Kenaikan Harga Saat Ramadan
Sabtu, 16 Desember 2017

Opini

Memutus Rantai Kenaikan Harga Saat Ramadan

0
Memutus Rantai Kenaikan Harga Saat Ramadan

Jakarta, Riau24.com - Hampir semua negara pasti memiliki perayaan hari raya keagamaan yang juga menjadi pola musiman setiap tahun. Indonesia termasuk memiliki perayaan hari raya keagamaan yang relatif banyak. Setidaknya yang cukup besar adalah perayaan hari raya Idul Fitri atau Lebaran dan Natal.

Tidak hanya di Indonesia, momen Ramadan dan Lebaran juga dirayakan oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. Demikian juga hari Natal juga banyak dirayakan oleh berbagai Negara.

Namun ada yang unik pada setiap musim perayaan hari raya di Indonesia, terutama menjelang Ramadan dan lebaran. Di mana selalu ditandai dengan kenaikan berbagai harga-harga kebutuhan pokok.

Sementara di banyak negara berpenduduk muslim lainnya, biasa-biasa saja menghadapi Ramadan dan Lebaran. Bahkan jika dibandingkan dengan perayaan Natal justru terjadi hal yang kontradiktif.

Di banyak negara, setiap perayaan natal yang dilanjutkan dengan tahun baru, selalu d tandai dengan berbagai program dan iklan “sale” besar-besaran. Banyak produsen bahkan brand merek-merek terkenal juga memberikan discount besar-besaran kepada konsumen.

Momen tersebut sering dijadikan ajang cuci gudang, sehingga tak jarang sering terlihat perang discount antar perusahaan maupun antar toko-toko besar untuk menarik konsumen.

Kondisi ini terjadi karena produsen ataupun pedagang ingin memanfaatkan peningkatan gairah konsumsi masyarakat di hari raya untuk meningkatkan pangsa pasar (market share) masing-masing.

Hal ini terjadi karena struktur pasar yang bersaing secara sempurna. Dengan demikian hanya dengan mereka berkompetisi melalui peningkatan pelayanan dan efisiensi baru dapat mendongkrak pangsa pasar.

Artinya, pola peningkatan permintaan yang terjadi secara musiman pada hari raya keagamaan menjadi pola umum di hampir semua negara.

Di beberapa Negara justru menjadi momentum untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Apalagi di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang lebih unik lagi.

Lebaran dan Natal tidak hanya berdemensi religius, namun juga sangat kental dengan demensi sosial, budaya dan ekonomi. Eratnya sistem kekerabatan dan hubungan kekeluargaan, menjadikan lebaran juga natal sekaligus sebagai momentum silaturahmi “masal”.

Budaya saling berkunjung antar sanak saudara dan handai taulan memiliki implikasi langsung terhadap kegiatan ekonomi.

Ditambah lagi tradisi mudik yang terus berlangsung secara turun temurun. Jumlah pemudik pada lebaran 2015 diperkirakan mencapai hampir 20 juta orang. Dengan adanya keunikan tersebut, semestinya momen hari keagamaan justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekskalasi produktifitas nasional.

Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Setiap menjelang hari raya keagamaan masyarakat justru dihebohkan dengan berbagai berita kenaikan harga yang fantastis. Bahkan untuk kasus tahun 2016 mengalami kemajuan.

Sejak sebulan menjelang masuknya Ramadan, kenaikan berbagai harga kebutuhan bahan pokok sudah menghiasi semua headline media massa. Utamanya kenaikan harga pangan seperti beras, gula, cabai, daging, telur dan sebagainya.

Di samping mengalami kemajuan waktu kenaikan, disinyalir beberapa komoditas mengalami kenaikan tertinggi. Gula pasir misalnya mengalami kenaikan mencapai Rp 5.000 per kilogram (kg). Bahkan kenaikan harga daging sapi telah menimbulkan kehebohan tersendiri, karena menembus Rp 130 ribu per kg.

 


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru