riau24 Indahnya Kado Ulang Tahun Kota Pekanbaru
Sabtu, 16 Desember 2017

Opini

Indahnya Kado Ulang Tahun Kota Pekanbaru

0
Indahnya Kado Ulang Tahun Kota Pekanbaru
Pekanbaru, Riau24.com - Kota kita tercinta, Pekanbaru, baru saja merayakan hari jadinya pada tanggal 23 Juni 2016.

Kini Pekanbaru, Kota terbesar di Provinsi Riau dengan Jumlah Penduduk tercatat 1.093.426 Jiwa, yang terdiri atas 12 Kecamatan, 63 kelurahan tepat berumur 232 tahun.
Banyak sudah perubahan yang terjadi di kota Pekanbaru ini. Bahkan Pekanbaru kini menjadi kota perdagangan dan jasa, termasuk sebagai kota dengan tingkat pertumbuhan, migrasi dan urbanisasi yang tinggi, saat ini menjadi kota ketiga berpenduduk terbanyak di Pulau Sumatera.
 
Banyak sudah yang terjadi di kota Pekanbaru. Dua puluh sembilan tahun saya tinggal di Pekanbaru manis dan buruknya perubahan Pekanbaru begitu terasa.

Dulu, Pekanbaru pernah mencatatkan namanya sebagai kota  terbersih di era 1990-an, namun pernah juga pada tahun 2000 menjadi Kota terkotor.
Namun seiring berjalannya waktu dan dilakukan langkah-langkah konkrit, sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2011 Pekanbaru berhasil mendapatkan Piala Adipura, namun pada tahun 2012, gagal mendapatkan Piala Adipura, pada masa transisi kepemimpinan. Pada masa Kepemimpinan Firdaus sebagai Walikota, Pekanbaru pernah meraih Piala Adipura pada tahun 2013 dan 2014, namun pada tahun 2015 gagal mendapatkan prediket kota terbersih.
 
Namun akhir-akhir ini Pekanbaru dihebohkan dengan keberadaan sampah yang menggunung. Sampai-sampai julukan Pekanbaru sebagai Kota Madani diubah sebagian orang sebagai Pekanbaru Kota Sampah.
Miris....

Pada dasarnya permasalahan sampah perkotaan di Indonesia merupakan masalah yang belum terselesaikan secara tuntas. Dari total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat diperkirakan hanya 60%-70% yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) oleh pihak yang berwenang. Sebagian besar sampah yang tidak tertangani pemerintah biasanya dibakar atau dibuang ke sungai dan hanya sebagian kecil yang ditangani oleh pemulung. Namun bukan berarti dengan maslah klasik tersebut, pemerintah bisa memberikan 1001 alasan pembenaran dan melakukan pembelaan ketika masalah sampah sudah menjadi sorotan publik.
 

Saat ini, di kota Pekanbaru, tepatnya dalam dua minggu terakhir, banyak tumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan, bahkan sampai memakan badan jalan yang menyebabkan macet. Maka sewajarnya ketika masyarakat mempertanyakan siapa yang bertanggungjawab dengan permasalahan ini. Dalam perspektif kepemimpinan, pemimpin yang akan bertanggungjawab dan  berada di garda terdepan untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang apa yang sedang terjadi yang kemudian pemimpin menyampaikan serta melakukan langkah konkrit untuk menyelesaikannya.
 
Dalam perspektif cultural, masih dapat dipahami bahwa kesadaran masyarakat untuk membuang sampah masih belum sepenuhnya terealisasi, dapat juga dipahami dalam perspektif regulasi (aturan), juga belum sepenuhnya terealisasi, meskipun sudah ada regulasi yang jelas tentang pengelolaan sampah, yaitu Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 8 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, dalam Peraturan Daerah Ini juga lanjutan dari program pemerintah disebut dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang dan pendauran ulang sampah skala kawasan, selain itu, dalam Peraturan Daerah yang terdiri dari 83 pasal tersebut, ada sanksi-sanksi pidana di dalamnya, tapi tidak sepenuhnya berjalan, maka tidak heran oleh sebagian kalangan  bahwa Peraturan Daerah tentang pengelolaan sampah hanya sia-sia, karena memang sampai saat ini belum ada satupun kasus yang berkaitan dengan masalah sampah, mulai dari proses penangkapan sampai denda.
 
Memang pada dasarnya bahwa kebersihan dalam suatu wilayah mencerminkan kehidupan masyarakat yang teratur, disiplin dan patuh pada peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah setempat, untuk menciptakan wilayah yang bersih banyak faktor yang harus dipertimbangkan dan direncanakan secara matang tentu tidak begitu mudah, jika berbicara tentang kebersihan tidak akan terlepas dari masalah pengelolaan sampah secara baik dan benar. Bagaimana sistem pelayanan pengelolaan sampah mulai dari pengangkutan sampah, wilayah yang akan diangkut sampahnya, rute dan jam operasionalnya.
 
Maka berdasarkan hal tersebut di atas, maka tepatlah rasanya kalau masyarakat berharap banyak dengan langkah-langkah strategis yang dilakukan  oleh pemerintah untuk melaksanakan  kewajiban-kewajiban dalam rangka membangun kepercayaan bahwa pemerintah mampu menyelesaikan masalah tanpa mencari siapa yang salah. 
 
Masyarakat yang Protes dengan banyaknya tumpukan sampah di pinggir-pinggir dan badan jalan bukan untuk kepentingan politik dan pengalihan isu, banyaknya sampah di pinggir jalan bukan untuk menyongsong Pemilihan Kepala Daerah tahun 2017, banyaknya masyarakat memprotes dengan keberadaan sampah bukan untuk pembunuhan karakter pemimpin, mungkin kita bingung dengan menumpuknya sampah ini maksudnya apa? Ataukah ini adalah sambutan khusus Untuk menyambut ulang tahun Kota Pekanbaru yang ke-232, kota besar, kota perdagangan dan jasa, dengan KADO SPESIAL, SAMPAH!!!



R24/dev
Berita Riau

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru