riau24 Koruptor
Minggu, 17 Desember 2017

Koruptor

6
Wira Atma Hajri, S.H., M.H Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Riau
Koruptor

Apa yang diputuskan oleh hakim agung Artidjo Alkostar terhadap Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu patut diapresiasi.

Di bawah majelis kasasi yang dipimpinnya, sang hakim dengan disertasi “korupsi politik” itu memperberat hukuman bagi mantan ketua umum Partai Demokrat itu. Anas dinyatakan bersalah dengan vonis penjara selama 14 tahun, denda sebesar Rp 5.000.000.000, subsider 1 tahun dan 4 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580, serta mencabut hak politik (Anas tak bisa lagi memilih dan dipilih dalam pemilu atau ikut dalam kegiatan politik).

Adanya putusan ini semakin meneguhkan hasil riset dan survei yang selalu mengidentikkan dan mempersepsikan politisi adalah yang paling korup. Misalkan menurut survey Global Corruption Barometer yang dirilis Tranparancy International tahun 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, dan 2013 menempatkan partai politik dan DPR/DPRD dalam jajaran institusi yang paling korup (Khairul Fahmi, etc. ed, 2014).


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Eka wahyu sartika
Selasa, 15 September 2015 19:03 wib
Sukes selalu pak calon gubernur riau
Ikhwan
Kamis, 10 September 2015 01:14 wib
Mereka gunakan jabatan itu pula untuk menghiati rakyat. Ironis, bukan? Tidak ironis pak, karena rakyat juga ikut menikmati nya dengan menjual suaranya, walau tidak semua, tp realitanya ada dan terkordinir, sdh dianggap biasa sih pak, korupsi penyakit kronis, dan harus diamputasi dengan kecerdasan iman dan taqwa serta paham arti amanah, berlaku untuk semua rakyat dan pejabat yang berpikir arti penting penyelamatan bangsa, bukan menjadi rakyat yg apatis.
Ikhwan
Kamis, 10 September 2015 01:05 wib
Mereka gunakan jabatan itu pula untuk menghinati rakyat. Ironis, bukan? Tidak ironis koq pak, karena rakyat sendiri yang membuat mereka korupsi, cost politik besar, rakyat pun pasang tarif, satu suara mulai 50rb sampai ratusan ribu, jd salah siapa.? Yang perlu dibenahi adalah moral dan akhlak serta rohani manusianya, siapapun akan tergoda dengan uang krn jabatan, sedangkan rakyat krn kemiskinannya, tp jika semua rakyat paham bahwa demokrasi adalah bentuk independensi sebagai bangsa, maka korupsi
Ica
Kamis, 03 September 2015 19:00 wib
Menurut bapak bagaimana negara kita bisa terbebas dari korupsi?
Ica
Kamis, 03 September 2015 13:18 wib
Menurut bapak apa langkah yang harus kita lakukan agar negara kita bisa bebas dari korupsi?
Ica
Kamis, 03 September 2015 13:15 wib
Menurut bapak apa langkah yang harus kita lakukan agar negara ini bebas dari korupsi?
Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru