riau24 Petisi dalam selimut kekecewaan
Minggu, 17 Desember 2017

Opini

Petisi dalam selimut kekecewaan

1
Petisi dalam selimut kekecewaan

Pekanbaru - Riau24.com - Penulis TAUFIK AKTIFIS HMI MPO

Masih terbayang dibenak saya, bagaimana krisis asap kabut dari kebakaan hutan dan lahan gambut di riau pada bulan juni 2013 serta awal triwulan 2014 yang lalu telah mengakibatkan korban disana.jalanan yang penuh dengan wajah bermasker,anak-anak kita yang tidak bisa belajar di sekolah dengan tenang,sampai dengan mereka yang harus masuk rumah sakit karena kesulitan bernafas,tragedy ini di alami bukan saja oleh saudara saudara kita di tanah air sendiri,tetapi juga para tetangga di Negara negara seberang selat.bandar udara di pekanbaru harus di tutup selama beberapa waktu,kualitas udara di singapura terburuk di sepajang sejarah dan Malaysia terpaksa meliburkan sekolah sekolahnya.jika di total kerugian yang di akibatkan kejadian di awal triwulan 2014 sendiri mencapai setidaknya 50 triliun rupiah ini belum termasuk episode-episode kebakaran sebelum dan setelahnya.

Hari ini pada tahun 2015 hutan Riau kembali mengahasilkan asap yang mengakibatkan fatal bagi kehidupan.sejarah mencatat bahwasannya asap di tahun 2015 ini terpanjang dalam durasi yang tidak kita ketahui sampai kapan berakhir.jika kita melihat dari kebakaran di tahun sebelum-sebelumya. kabut asap menjadi rutinitas agenda tahunan yang kita rasakan di negeri yang elok kaya raya ini. tapi pernahkah kita terfikir bagaimana solusi yang kompektif terhadap jangka panjang mengatasipasi bencana asap kita tidak pernah terfikirkan,pemerinah pusat dan daerah berlomba lomba menjadikan agenda asap sebagai agenda tahunan proyek  anggaran bagi kepentingan individual apakah yang terjadi di negeri ini.kegelisahan yang timbul,kemarahan,kebencian dan kegalauan melihat kekurangan sigapan pemeritah dalam mengatasipasi asap dalam jangka panjang.

Ini artinya tidak ada keseriusan pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani kasus pembakaran hutan yang telah menjadi tradisi di bumi yang kaya raya ini. Hutan di keruk,minyak di hisap,sumber daya di curik,manusia riau menjadi budak. Pemerintah daerah maupun pusat hanya terfokus pada penangan asap,pemerintah  tidak pernah memiliki terobosan terhadap antisipasi asap mungkin saja di tahun berikutnya asap kembali muncul di negeri ini. Solusi yang kompektif untuk antisipasi asap ini adalah bukan mencabut izin perusahaan,atau bukan mengusir perusahaan tapi solusi  adalah pencabutan izin lahan gambut menjadi lahan HTI kelapa sawit,yang kedua jadikan hukum sbagai panglima dalam penanganan kasus pembakaran hutan oleh perusahaan jika terbukti membakar hutan cabut izin perusahaan tersebut hukum dengan pindana terorisme. Yang ketiga adalah terbitkan dan tetapkan dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW). Yang ke empat mempublikasikan peta kawasan yang dapat di berikan izin sehingga masyarakat dapat melakukan permohonan pemberian izin secara kompetitif dan masyarakat juga bisa memonotoring terhadap setiap kebijakan pemberian izin dan perubahan fungsi kawasan hutan yang di duga melangar ketentuan.

Jangan ada inerpensi pusat terhadap penebitan dokumen Rencana tata ruang wilayah (RTRW). Yang kita sayangkan justru saat ini pemerintah pusat maupun daerah enggan melakukan terobosan untuk pengananan antisipasi asap.jika pemerintah pusat mengangap riau adalah bagian dari nkri maka sesegera mungkin lakukan terobosan merdekakan asap atau merdekan riau dari NKRI.

R24/mla


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Delpi Susanti
Selasa, 13 Oktober 2015 09:44 wib
Lanjutkan perjuangan sohib 1 kelas
Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru