riau24 Bohongi Rakyat , Jokowi – Jk Divonis dan Diturunkan Dari Jabatannya
Selasa, 12 Desember 2017

Bohongi Rakyat , Jokowi – Jk Divonis dan Diturunkan Dari Jabatannya

0
Bohongi Rakyat , Jokowi – Jk Divonis dan Diturunkan Dari Jabatannya
Pekanbaru - Riau24.com - Selasa (20/10), Memperingati satu tahun kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla selaku Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, seluruh mahasiswa Universitas Riau, baik dari kelembagaan, dosen hingga aktivis lintas generasi Universitas Riau yang tergabung dalam Aliansi Civitas Akademika Universitas Riau menggelar aksi damai di DPRD Provinsi Riau untuk mengevaluasi kinerja Kabinet Kerja.
"Satu tahun pemerintahan Jokowi - JK, secara kasat mata tampak jelas kualitas kepemimpinan beliau yang sangat mengutamakan popularitas tanpa batas dan sangat tidak berkualitas," ungkap Topan Rezki Erlando, Kordinator Lapangan yang juga Menteri Sosial Politik BEM Universitas Riau
Lebih lanjut ia mengatakan, perlahan kebohongan atas janji kampanye Jokowi-Jusuf Kalla mulai terungkap satu per satu. Yang paling tampak ialah bencana kebakaran lahan dan hutan yang mengakibatkan kabut asap pekat yang menyelimuti Riau dan sekitarnya 3 bulan belakangan ini.
"Hingga detik ini, tidak ada satu kebijakan pun yang memberikan dampak langsung kecuali meminta bantuan negara tetangga untuk membantu memadamkan api. Jokowi-Jusuf Kalla telah menipu masyarakat Riau," tambahnya.
Dengan kegagalan Kabinet Kerjanya Jokowi - JK, Aliansi Civitas Akademika Universitas Riau menyuarakan sejumlah poin tuntutan, diantaranya, Jokowi-Jusuf Kalla berhenti menipu rakyat Riau, Selesaikan permasalahan hulu hingga hilir bencana kabut asap Riau, dan Usut tuntas keterlibatan korporasi dalam pembakaran lahan, pidanakan serta cabut izin korporasi tersebut.
"Hari ini, tepat satu tahun kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla dirasa sangat cukup melihat kemampuan mereka memimpin negeri ini, dan harus jujur kami katakan bahwa mereka GAGAL TOTAL," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aliansi Civitas Akademika Universitas Riau sempat melaksanakan rapat paripurna penurunan Jokowi-Jusuf Kalla selaku Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau.
“Sebagai bentuk luapan kekecewaan kami atas kinerja Jokowi-JK, kami akan mengadakan sidang istimewa paripurna rakyat Riau di ruang paripurna dengan agenda mengadili Jokowi-Jk sebagai terdakwa”, ungkap Andres Pransiska, Presiden Mahasiwa Universitas Riau
Persidangan diketuai oleh Presiden Mahasiswa UR, Andres Pransiska selaku Hakim, Topan Rezki Orlando selaku Jaksa Penuntut Umum, sedangkan Jokowi dan Jusuf Kalla diperankan oleh dua mahasiswa lainnya, yakni Iqro Budiantoro sebagai Jokowi dan Eko Raharjo sebagai Jusuf Kalla. Pada akhir persidangan tersebut, diputuskan keduanya dihukum pidana selama - lamanya dan diturunkan jabatannya dari Presiden dan Wakil presiden.
Andres dalam orasinya mengatakan, Jokowi telah melakukan penipuan kepada masyarakat Riau ketika berkampanye dulu. Jokowi berjanji pada akhir tahun 2014 lalu, Riau pada tahun berikutnya tidak akan mengalami bencana asap lagi. Namun nyatanya asap tetap saja terjadi. Malah cenderung makin parah.
"Jokowi telah melakukan penipuan terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya itu, mereka juga bertanggungjawab penuh atas terjadinya asap di Sumatera dan Kalimantan," tutup Andres.
R24/mla/kominfour

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru