riau24 FKIP UR Biru Langitkan Jalanan
Rabu, 13 Desember 2017

FKIP UR Biru Langitkan Jalanan

0
Ratusan Mahasiswa FKIP Universitas Riau Turut Birukan Jalanan
FKIP UR Biru Langitkan Jalanan

Pekanbaru-Riau24.com-Ratusan mahasiswa FKIP Universitas Riau turut birukan jalanan pada Jum'at, 24 Oktober 2015 kemarin. Bersama aliansi Dosen Muda Universitas Riau dan seluruh kelembagaan Universitas Riau, aksi tuntutan kepada pemerintah untuk segera mengatasi permasalahan kabut asap di Riau berlangsung dengan tertib dan damai di depan kantor Gubernur Provinsi Riau. 

Dedy Priyanto selaku Kepala Dinas Sosial dan Politik BEM FKIP Universitas Riau bertindak sebagai koordinator lapangan FKIP pada aksi kemarin. Berbagai aspirasi disampaikan melalui orasi oleh masing-masing ketua kelembagaan FKIP dan Universitas Riau yang disertai dengan tulisan-tulisan pada kertas dan spanduk. Pembacaan puisi serta musikalisasinya juga turut hadir sebagai penyampai aspirasi mahasiswa.

" Sudah hampir 3 bulan kita terpapar asap, tidak menghirup udara segar. Tapi pemerintah masih saja bungkam. Sudah banyak anak-anak yang menjadi korban akibat gagal pernapasan, tapi pemerintah tidak segera mengambil tindakan untuk mengevakuasi para anak-anak yang pernapasanya sangat rentan. Inilah salah satu bukti nyata kepedulian kita terhadap negeri ini, menyuarakan aspirasi rakyat sebab sejatinya kita mahasiswa adalah penyambung lidah masyarakat", papar Dedy dalam orasinya.

Dalam aksi yang dikawal oleh pihak kepolisian serta diliput oleh berbagai media masa ini, para dosen muda Universitas Riau juga turut berorasi. Kekecewaan para pendidik bangsa ini terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani permasalahan kabut asap disampaikan agar pemerintah lebih peka dan cepat tanggap.

" Di sini negeri kami. Udaranya berbahaya. Pemimpinnya tak berdaya. Asap semakin meraja lela... ", ujar Muhammad Sahal salah seorang dosen muda UR memimpin lagu Darah Juang yang liriknya sengaja diubah untuk menyindir pemerintah.

Menurut penuturan Hendri, salah seorang dosen FKIP Universitas Riau ada beberapa hal yang menjadi tuntutan mahasiswa dan para dosen untuk menyuarakan aspirasi rakyat, diantaranya ialah : 1) Meminta kepada pemerintah agar segera mengerahkan seluruh elemen yang terkait untuk memadamkan api. 2) Meminta pemerintah untuk segera mengevakuasi anak-anak ke gedung-gedung tinggi seperti hotel agar meminimalisir gagal pernapasan akibat asap. 3) Meminta pemerintah secepatnya untuk menangkap korporasi pelaku pembakar hutan.

Topan Rezki Erlando, selaku Menhad BEM Universitas Riau mengatakan bahwa jika tuntutan yang diajukan tidak dipenuhi pemerintah dalam kurun waktu 3x24 jam maka almamater biru langit akan kembali mengadakan aksi.

R24/mla/kominfour


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_xnxqc_3405.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi. Kali ini, HM. Wardan meraih Award dari Komisi Informasi (KI) dalam kategori Pelopor Keterbukaan Informasi Publik Pemerintahan Desa Tahun 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru