riau24 Menggali Bangkai Dalam Tanah
Jumat, 15 Desember 2017

Penegakan Hukum Sejak Zaman Jokowi

Menggali Bangkai Dalam Tanah

1
Menggali Bangkai Dalam Tanah

Penulis : Tomi Abd. Rahman (Pemenang ke-3)

Riau24.com - Hukum merupakan salah satu instrumen penting dalam kehidupan manusia yang akan memberikan batasan-batasan tindakan manusia serta apa-apa saja yang boleh dilakukan maupun larangan-larangan dalam menjalankan kehidupannya. Sifat manusia sendiri yaitu mahluk yang tidak bisa hidup sendiri.  manusia  adalah mahluk sosial yang harus hidup secara berkelompok dan tidaklah bisa hidup sendiri maka dalam menjaga kehidupan berkelompok tersebut agar tidak terjadi konflik antara sesama anggota kelompok dibentuklah hukum.

Dalam sejarahnya hukum telah ada semenjak ribuan tahun yang lalu  semenjak manusia memutuskan untuk saling berhubungan dengan manusia lainnya maka semenjak itu pulalah hukum itu tercipta walaupan tidak disadari keberadaannya. Dan hukum selalu ada dimanapun masyarakat berada (ubi societas ibi ius).

Namun dalam pelaksanaannya hukum mendapatkan banyak kendala baik dari hukum itu sendiri maupun dari manusia yang menjadi subjek hukum tersebut karena hukum selalu disimpangi bahkan diabaikan sehingga menimbullkan banyak permasalahan ditengah masyarakat. Ada pula hukum yang tidak sesuai dengan kondisi serta harapan masyarakat. Sehingga hukum tidak berjalan dengan baik.

Agar kondisi tersebut kembali normal yang menjamin kehidupan serta memberikan nilai-nilai keadilan bagi masyarakat dikenal pulalah istilah penegakan Hukum. yang akan mengembalikan hukum kepada fungsi dan tujuan hukum serta meggembalikan keadaan normal dan terkendali bagi masyarakat. Sehingga ada ungkapan mengatakan sekalipun langit akan runtuh hukum harus ditegakkan (fiat justitia ruat coelum) yang mengisaratkan bahwa pentintingnya penegakan hukum.

Seperti yang kita ketahui bahwa Penegakan hukum adalah proses dilakukannya upaya untuk tegaknya atau berfungsinya norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku dalam lalu lintas atau hubungan-hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Yang akan menjadi tolak ukur bagi berfungsinya suatu Negara dalam menjalankan fungsinya sebagai kekuasaan yang melindungi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Indonesia merupakan Negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum bahkan semenjak Negara ini dibentuk dengan telah di dasari Hukum yaitu Undang-undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Negara Indonesia bahkan Hukum mengatur setiap sendi kehidupan masyarakatnya sehingga bagi siapa saja yang berada diwilayah Negara kesatuan republik Indonesia harus tunduk pada norma-norma hukum Negara Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar Negara menjalankan fungsinya yaitu mlindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia.

Telah tujuh puluh tahun Negara ini mardeka masih terdapat banyak permasalahan di dalam penegakan hukum. walaupan telah tujuh kali terjadi pergantian presiden

Yang namanya penegakan hukum masih saja menjadi masalah yang terus memusingkan bagi siapa saja yang ingin menegakkan hukum setegak-tegaknya. Mungkin ini juga yang menurunkan minat para penegak hukum untuk  berlaku adil sebab terdapat banyak kebocoran dimana-mana uyang akan menjanggal langkah mereka.

Setahun yang lalu rakyat Indonesia talah melaksanakan pergantian pemimpin baru dengan dilantiknya Joko Widodo sebagai presiden indonesia ketujuh menggantikan Susilo bambang yudoyono   yang telah berkuasa selama sepuluh tahun. Harapan baru tertuju pada sosok yang kerap disapa jokowi. Beliau akan memikul tanggung jawab besar yang akan menentukan arah bangsa yang besar ini selama lima tahun kedepan. Sebagai orang nomorr satu di Negara ini jokowi akan disodorkan berbagai permasalahan yang ditinggalkan oleh penguasa sebelumnya.

Namun semenjak beliau berkuasa, penegakan hukum di negeri ini seperti menggali bangkai dalam tanah yang mana semakin dalam digali maka bau busuknya akan semakin kuat tercium. Banyak kasus-kasus yang berhasil diungkap  seabab tidak tersentuh pada masa pemerintahan sebelumnya namun banyak pula menimbulakan permasalahan baru. Kita sebut saja contohnya dualisme yang terjadi di dua lembaga penegak hukum antara komisi pemberantasan korupsi (KPK) dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI) yang saling sikut menyikut dalam menegakkan hukum. Lembaga yang seharusnya bekerja sama malah saling menjatuhkan bahkan mungkin saja praktek krimnalisasi yang dilakukan karena tak heran sebab penegakan hukum ini berkaitan dengan elit-elit pimpinan lembaga-lembaga tersebut.

Berbagai pemasalahan yang hadir menimbulkan banyak opini ditengah masyarakat sehingga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap sosok joko widodo. Yang Selama ini masyarakat mengenal sosok tersebut adalah sosok yang arip dan bijaksana serta bermasyarakat namun seiring dengan ketidak mampuannya menyelesaiakan masalah yang hadir maka tingkat popularitasnyapun ikut menurun.

Keadilan adalah rasa yang relatif, setiap orang bebas mengukur keadilan dari tolak ukur manapun. namun pemerintah sebagai penyelenggara Negara harus menciptakan rasa yang relatif tersebut menjadi suatu kepastian sehingga banyak  masyarakat yang beranggapan bahwa Negara tidak lagi adil karena banyak aktifitas yang dilakukan pemerintah tidak  memperhatikan kepentingan masyarakatnya. Berangkat dari sini peran pemerintah sebagai penyelenggara Negara yang melindungi serta memberikan keadilan bagi setiap manusia sebagai mana dengan haknya masing-masing tiidak lagi berfungsi dengan baik.

Dalam mengambil kebijakan yang akan melibatkan seluruh unsur kehidupan hendaknya Negara memperhatikan niai-nilai yang terdapat dimasyarakat karena akan sulit di realisasikan kebijakan-kebijakan yang tujuannya untuk menegakkan hukum malah akan menjadi pertentangan karena tidak sesuai dengan kultur dan budaya yang terkandung serta dianut mmasyarakat selama ratusan tahun terakhir.

Sudah banyak memang contoh lemahnya peran pemerintah dalam penegakan hukum. Seakan pemerintah serta aparat-aparat penegak hukum dinegara ini tidak memiliki komitmen dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Ditundanya eksekusi mati. Pengedaran narkoba yang semakin meluas serta maraknya praktek korupsi hanya segelintir permasalahan dalam penegakan hukum dinegara ini. Sebagai rakyat kita hanya bisa pasrah serta terus berdo’a agar Negara bersungguh-sungguh melindungi kita. Terlebih lagi sekarang telah berlaku larangan hujatan kebencian (hate speech) yang akan membatasi peran kita dalam melakukan kritikan sehingga akan meredam aspirasi-aspirasi yang ingin disampaikan.

R24/mla


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Wahyu Nurhalim
Kamis, 24 Desember 2015 14:16 wib
Selamat buat Kanda Tomi Abdurrahman.
Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru