riau24 Bangun Monumen Asap, Presma Tulis Kapolda Riau "Mandul"
Jumat, 15 Desember 2017

Universitas Riau:

Bangun Monumen Asap, Presma Tulis Kapolda Riau "Mandul"

0
Bangun Monumen Asap, Presma Tulis Kapolda Riau

Pekanbaru-Riau24.com- BEM Universitas Riau bersama BEM Fakultas se-Universitas Riau dengan massa sekitar 200-an membangun Monumen Asap di halaman luar Mapolda Riau, Senin (21/9). Sambil berorasi, para mahasiswa berunjuk rasa meneriakkan seruan berharap Riau bebas dari asap di masa mendatang.

Para pengunjuk rasa dengan menggunakan almamater kampus berwarna biru langit meminta kepada Kapolda Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, keluar dari kantornya, dan meneken monumen asap itu. Permintaan itu disambut oleh Karo Ops Polda Riau, Kombes Eko Setio BS.
"Bapak Kapolda Riau sedang tidak di tempat. Beliau tadi ke luar," kata Kombes Eko kepada para mahasiswa. Dengan pengawasan puluhan polisi, para mahasiswa yang sengaja membawa semen saat berunjuk rasa langsung membuat adukan bercampur pasir. Mereka lantas menempelkan prasasti monumen asap di atas semen basah itu.
"Kami tunggu pak Kapolda Riau (Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan) untuk menandatangani tugu asap ini," kata Presiden Mahasiswa Universitas Riau, Andres Pransiska.

Setelah setengah jam mengaduk-aduk semen dicampur pasir yang kebetulan tersedia di Mapolda Riau, para mahasiswa berhasil membangun monumen asap dengan tinggi sekitar 30 centimeter.Setelah dibangun, mahasiswa kembali berorasi meminta agar Kapolda Riau menandatangani monumen asap tersebut. Namun, polisi tak dapat menyanggupi permintaan mahasiswa. Sehingga Presiden Mahasiswa Universitas Riau mewakili Mahasiswa Universitas Riau yang menandatangani monumen asap dengan tulisan "Mandul".

Dalam pernyataan sikap mahasiswa menuntut pemerintah menindak tegas perusahaan pembakar hutan dan lahan dengan sanksi denda, rehabilitasi hutan dan lahan, serta mencabut izin operasional perusahaan.Demonstran juga meminta melakukan moratorium perizinan hutan dan lahan antara pemerintah dan pemangku kepentingan di Riau. Mereka juga mendesak Polda Riau mengaudit dan merevisi perizinan seluruh lahan gambut di Riau.

Pengunjuk rasa juga mendesak polisi mempercepat proses penegakkan hukum terhadap pelaku penyebab kebakaran hutan dan lahan, baik secara individu maupun korporasi. Mereka meminta polisi membentuk tim investigasi mafia pembakar hutan dan lahan.
"Jangan ganggu monumen asap kami pak. Jika diganggu, maka kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi kesini",tutup Topan (Menteri Sosial Politik BEM Universitas Riau)

R24/rry


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_e3zes_3426.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengikuti prosesi pelepasan pawai ta'aruf sebagai awal dimulainya  serangkaian kegiatan dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 36 Provinsi Riau di Kota Dumai, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru