riau24 Asap
Minggu, 17 Desember 2017

Asap

0
Fatma Kumala
Asap
YA, ini memang menjadi permasalahan Riau hari ini. Banyak kalangan masyarakat dan mahasiswa khususnya memberi argumen keras kepada pemerintah. Dan ada pula yang mengecam, mencaci bahkan mencela kinerja pemerintah, baik itu pemerintah daerah, provinsi bahkan presiden sekalipun.

Bahkan ada yang menjadikan bencana ini sebagai bahan candaan, dibuktikan dengan banyaknya meme tentang kondisi asap Riau hari ini. Miris bukan?

Berbagi masker? Apa itu solusi dan tepat sasaran? Setiap elemen berlomba-lomba membagi-bagi masker gratis di setiap jalan. Iya positif dan terimakasih atas kepeduliannya. Hanya saja, kami butuh yang lebih dari itu. Apa lagi pengendara dijalanan itu rasa-rasanya masih sanggup membeli masker-masker yang dikasih, yang jika diuangkan hanya mengeluarkan Rp 2000,- untuk 3 masker. Jadi apakah sudah tepat?

Mereka sanggup membeli kendaran, bukan tidak mungkin untuk membeli masker. Pandangan kita harus lebih jeli, lihat mereka-mereka yang hidup dijalan, yang untuk makan saja masih kesulitan. Lihat pekerja-pekerja dijalan yang berusaha memberi kita kenyamanan kota, tidak pedulikah kita dengan kesehatannya. Kadang beberapa orang hanya memanfaatkan bencana  , mengatasnamakan rakyat hanya karena ingin mencari popularitas semata. Kegiatannya di expose kesemua media. Allahuakbar.

Yang seharusnya kita pikirkan sekarang sebagai anak muda Riau bagaimana solusi menangani masalah ini, membantu pemerintah, mengawal kerja pemerintah, bukan hanya pandai meneriakkan dan menuntut. Pemerintah kita pasti juga pusing mengatasinya, pemerintah yang saya maksud tentu pemerintah yang benar2 peduli sama masyarakat bukan yang memikirkan perutnya sendiri.

Ketika kita berteriak cabut izin perusahan yang membakar lahan !!! Iya, itu tepat. Tapi untuk kurun waktu jangka panjang agar Riau kedepannya bebas dari asap. Sekarang ini, Riau sudah darurat asap. Asap sudah semakin pekat dan kualitas udara berada diposisi terbawah dalam sepekan ini. Pengadaan hujan buatan? Why not? Masalah anggaran? Yang mau studi banding itu yo mbok gak usah pergi dulu, dialihkan saja ke yang lebih urgen. Kasihan masyarakat Riau yang sakit akibat asap, khususnya orang-orang yang memang bermasalah dengan pernafasan seperti asma.

Mungkin bapak2 atau ibu2 yang memikirkan perutnya sendiri, yang memakai mobil ac berplat merah kemana-mana dan selalu ada diruangan berAC tidak mengerti bagaimana rasanya menghirup udara Riau hari ini. Mereka juga tidak akan paham bagaimana ketika teriakan-teriakan memohon pertolongan dari korban-korban asap Riau ini luput dari perhatian mereka yang berniat studi banding keluar negeri. Dan ternyata bukan hanya masalah kesehatan, pendidikan di Riau pun ikut terganggu karena asap.

Pelajar-pelajar dan mahasiswa-mahasiswa diliburkan dari aktivitas belajar mengajar. Mau jadi apa Riau kedepannya. Kami butuh belajar, kami ingin pintar, kami bosan dibodohi penguasa dan yang pasti Kami juga butuh udara segar !!! Ayo Riau berwudhu. Terakhir, terimakasih untuk semua elemen mahasiswa, pemuda, pemerintah dan siapa saja yang benar-benar bekerja dengan hati untuk membantu Riau hari ini.

Fatma Kumala
Anak Muda Indonesia

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru