riau24 Turis Bule Ikut Adu Ketangkasan ala 'Gladiator' di Lombok Tengah
Jumat, 15 Desember 2017

Turis Bule Ikut Adu Ketangkasan ala 'Gladiator' di Lombok Tengah

0
Tari Peresean, Lombok
Turis Bule Ikut Adu Ketangkasan ala 'Gladiator' di Lombok Tengah
Lombok Tengah, Riau24.com - Sebelum puncak Festival Bau Nyale, digelar tradisi Peresean di Lombok Tengah. Turis asing pun ikut adu pukul menggunakan rotan atau pecutan.

Puncak tradisi Bau Nyale (menangkap cacing laut) di Lombok, baru akan digelar 27-28 Februari 2016 mendatang, tapi gelegarnya sudah mulai terasa saat ini. Selama empat hari yakni dari 23-26 Februari 2016 digelar tradisi Peresean. Turis bule pun ikut adu nyali di event adu ketangkasan ini, yang berlokasi di Pantai Kuta, Kecamatan Pujut.

Bertelanjang dada, bule-bule tak ragu menggunakan pecutan atau rotan untuk adu pukul dengan lawannya. Mereka menggunakan perisai sebagai pelindung yang terbuat dari kulit kerbau tebal. Mirip seperti gladiator di Italia.

"Banyak bule yang tertantang untuk ambil bagian memeriahkan Peresean. Semua happy meski setelah itu badannya memar," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Moh Faozal, dalam rilis Kementerian Pariwisata yang diterima detikTravel, Rabu (24/2/2016).

Dari paparan Faozal, bule-bule yang ambil bagian ini datang dari berbagai negara. Ada yang dari Kanada, Selandia Baru, Australia hingga Inggris. Semua bangga saat didandani seperti Pepadu–sebutan untuk petarung Peresean.

"Sebelum bertanding bule-bule yang hadir juga ikut berjoget. Saat gending ditabuh makin kencang, gerakan-gerakan menari mereka mirip Pepadu yang sedang saling mengejek. Atraksinya ini banyak mengundang perhatian yang ada di Pantai Kuta," tambahnya.

Walaupun penuh dengan unsur kekerasan, Peresean tetap akan dilestarikan Pemprov NTB. Alasannya simple. Di balik kekerasan tadi, ada tujuan untuk silaturahmi, persahabatan dan sportifitas. Para pepadu tidak menaruh dendam di luar pertarungan karena filosofi dari tradisi ini yaitu bukan mencari lawan, melainkan mencari teman atau saudara.

"Ini jadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Kegiatan-kegiatan seni dan budaya seperti ini, akan dilaksanakan secara kontinyu," ungkapnya.

Peresean kali ini, kata Faozal, sengaja dipusatkan di Pantai Kuta atau yang di masyarakat sekitar dikenal dengan Pantai Senek untuk memperluas lokasi keramaian Bau Nyale. Selama ini hanya digelar di Pantai Seger. 

Sementara di Pantai Kuta, tempatnya lebih luas. Para wisatawan yang menginap bisa langsung menonton. Wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang kebetulan liburan ke Pantai Kuta juga bisa menyaksikan.

"Ini yang kita harapkan, para wisatawan terhibur dan merasakan Peresean. Dan yang lebih penting lagi, hotel-hotel penuh, pariwisatanya pun hidup," papar Faozal.

Menpar Arief Yahya menyebut Lombok kaya akan tradisi dan budaya yang kuat. Lombok juga sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan Mandalika sebagai icon. Atraksinya juga banyak, selain alam yang indah, pasir putih, laut jernih dan biru, terumbu karang yang bagus, ada gunung, ada hutan tropis.


R24/dwi/det 

Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru