riau24 Berburu Keindahan GMT di Nusantara
Sabtu, 16 Desember 2017

Berburu Keindahan GMT di Nusantara

0
Fase gerhana bulan total
Berburu Keindahan GMT di Nusantara

Jakarta, Riau24.com - Pemandangan langit Indonesia pada Jumat, 9 Maret mendatang bakal menabjubkan. Selama hampir empat menit, pagi yang terang di 12 provinsi Tanah Air mendadak serupa senja.

Demi fenomena alam yang terjadi sekali 30 tahun ini, ribuan wisatawan asing rela berburu keindahan Gerhana Matahari Total hingga ke Nusantara. Mereka sudah berada di 12 wilayah tersebut sejak beberapa hari lalu. Mereka berasal dari Jepang, Korea, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman dan negara lainnya.

Keindahan itu terpancar saat bintik-bintik kecil berwarna merah menghiasi sisi timur piringan bulan, kontras dengan putihnya korona dan hitamnya piringan yang menutupi matahari.

“Langit akan tampil mengejutkan. Saat gelap mengambang dan menyikap cahaya matahari, langit seperti bertaburan manik-manik,” sebagaimana dikutip dalam buku Mark Littmann berjudul Totally: Eclipses of Sun, Senin (7/3/2016)

Mark mengatakan, peristiwa langit seperti itu menjadi hal yang paling ditunggu dan diburu. Sebab, GMT muncul setelah berpuluh-puluh tahun kemudian. Di Indonesia sendiri, GMT pertama kali terjadi pada 24 Oktober 1995.

Sebelumnya, pada 1980-1990 terjadi tiga gerhana total di dunia. Yakni 11 Juni 1983, 22 November 1984 dan 18 Maret 1988. Setelah 9 Maret 2016, GMT berikutnya akan terjadi pada 20 April 2042 dan 12 September 2053.

Pada 20 April 2023 dan 25 November 2049, Indonesia akan melewati gerhana hibridam yakni gerhana matahari cincin dan total yang terjadi bersamaan dalam satu gerhana. GMT sebenarnya merupakan fenomena langit biasa. Namun, fenomena itu menjadi istimewa lantaran jarang terjadi, tidak semua wilayah bumi dapat menyaksikannya.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thimas Djalalludin mengatakan, ada beberapa tempat yang cocok untuk menikmati GMT. Salah satunya adalah di Jembatan Ampera, Palembang dan di atas kapal pesiar di Laut Bunaken.

"Di sana masyarakat bisa mendapat pemandangan yang lebih indah lagi. Bisa juga melihat GMT di dekat gedung, meseum, atau laut," kata Thomas dalam Program Ayo Cari Tahu Metro TV, Sabtu, 5 Maret 2016.

Thomas menyebutkan, salah satu lokasi yang diperkirakan akan menjadi tujuan banyak pemburu GMT adalah Kota Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Kota itu menjadi incaran karena terletak di tengah lintasan gerhana dan berada di bagian paling timur wilayah daratan luas yang dilintasi jalur totalitas gerhana.

Lama totalitas gerhana matahari di Maba adalah 3 menit 20 detik. Itu adalah waktu totalitas gerhana terlama yang bisa diamati dari wilayah Indonesia.

Adapun 12 provinsi yang dilintasi GMT adalah Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.


R24/dev/sin 


Bagikan :
Sumber:
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru