riau24 Berburu Oleh-oleh dan Barang Impor di Pasar Wisata Pekanbaru
Selasa, 12 Desember 2017

Wisata

Berburu Oleh-oleh dan Barang Impor di Pasar Wisata Pekanbaru

0
Berburu Oleh-oleh dan Barang Impor di Pasar Wisata Pekanbaru

Pekanbaru, Riau24.com - Berkunjung ke Kota Pekanbaru, Riau, kurang lengkap jika tidak mengunjungi Pasar Wisata atau yang lebih dikenal dengan Pasar Bawah di kota tersebut. Beragam oleh-oleh khas Riau mulai dari Kacang Pukul, Bolu Kemojo, dan Batik Riau siap menjadi buah tangan Anda saat berkunjung ke Kota Pekanbaru.

Saat berkunjung ke Pasar Wisata di kawasan Jalan Ahmad Yani (Jalan Senapelan), Pekanbaru, Riau, tersebut, sebuah bangunan tua khas Melayu yang telah dipugar menyambut kami. Bangunan yang berbentuk Rumah Salaso Kembar tersebut terdiri atas empat lantai dengan berbagai fasilitas, seperti area parkir, toilet, dan eskalator untuk memudahkan pengunjung mengakses berbagai lantai.
Tidak sulit untuk menemukan lokasi Pasar Bawah karena sangat mudah dilihat. Bangunan Rumah Salaso memiliki gaya Melayu dan warna bangunan yang cerah, yaitu warna kuning dan warna hijau.

Pada lantai dasar Pasar Wisata, Anda akan disambut dengan deretan kios yang menjual berbagai bentuk dan motif gorden, seprai, bantal, selimut dan lain-lain. Selain itu, Anda juga akan menemukan beberapa makanan khas Pekanbaru, Riau, yang dijual baik dalam bentuk kemasan hingga kiloan, seperti beberapa jenis ikan teri, salai, ikan asin, keripik nanas, dan nangka.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Wisata, Rahmat, rata-rata untuk makanan khas Riau dibanderol mulai dari harga Rp 17.500,00 per bungkus atau per kilogram. Sedangkan untuk harga songket Melayu dan Batik Riau di jual dengan harga mulai dari Rp. 70.000 rupiah. Namun, Anda masih dimungkinkan untuk menawar untuk mendapatkan harga yang lebih "miring".

"Kalau untuk keripik nanas dan nangka sendiri per bungkusnya sekitar Rp 17.500 dan sudah harga pas, sedangkan songket dan batik Riau masih berkisar di bawah seratus ribu rupiah," ujar Rahmat

"Masih bisa ditawar kok, asal jangan keterlaluan," Rahmat menambahkan.

Tak hanya menjual beragam kain khas Melayu, Riau, dan makanan khas daerah tersebut, di sekitar pasar tersebut terdapat beragam kios yang menjual lampu-lampu barang pecah belah, lampu-lampu hias, guci, patung, dan keramik. Rata-rata barang pecah belah di sekitar Pasar Wisata tersebut berasal dari luar negeri dan merupakan barang bekas yang masih layak pakai.

Pasar Bawah menjadi tempat wisata belanja yang sudah dikenal oleh warga lokal dan warga yang berkunjung ke Pekanbaru. Jadi jika ingin memperoleh barang dari negeri tetangga tanpa harus terbang ke negara tersebut, seperti Malaysia, Singapura, Italia, dan masih banyak negara lain, Anda bisa berkunjung ke Pekanbaru dan datang ke Pasar Bawah.


R24/dev/lip 


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_mmuc9_3424.jpg
Inhil, Riau24.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dapat lebih proaktif, dalam mencari sumber dana bagi pembangunan pasar terapung yang saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, Minggu 10 Desember 2017.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru