riau24 Wakatobi Bentuk BOP Menuju KEK Pariwisata
Senin, 22 Oktober 2018

Wisata

Wakatobi Bentuk BOP Menuju KEK Pariwisata

1
Wakatobi
Wakatobi Bentuk BOP Menuju KEK Pariwisata

Wakatobi, Riau24.com - Semua stakeholder, Bupati Wakatobi, DPRD, tokoh masyarakat, pemuka adat, LSM/NGO, dinas-dinas, dan pemerhati pariwisata sepakat, mempercepat Wakatobi sebagai Badan Otorita Pariwisata (BOP).

"Mungkin karena masyarakat selama ini sudah menjadikan pariwisata sebagai leading sector, dan mereka membutuhkan support infrastruktur dari pusat, dan menarik investasi dari industri pariwisata," jelas Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar di Patuno Resort, Wakatobi, Jumat (1/4/2016).

Dengan kehadiran BOP akan dilanjutkan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sana. Dengan KEK itu, share infrastructure bisa dikebut, terutama jalan, air, listrik, telekomunikasi. Termasuk dermaga dan bandara, yang menjadi penentu akses dari dan ke Wakatobi. "Kunci percepatan dan pengembangan destinasi itu 3A, akses, atraksi, dan amenitas," ungkap Hiramsyah, yang pernah menjabat Ketum Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia 2001-2005 itu.

Enam tokoh yang mewakili stakeholder di FGD Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Kawasan Wakatobi 2016 itu sudah menandatangani kesepahaman. Mereka itu Bupati Wakatobi Hugua, Ketua Pokja 10 Destinasi Hiramsyah Sambudhy Thaib, Ketua DPRD La Moane Sabara, Ketua Lembaga Adat Madati, La Ode Usman Baga, Asdep Jasa Kemaritiman Kemenkomar, Okto Irianto, Ketua Forum Tata Kelola Pariwisata Wakatobi Saleh Hanan.

"Suasana Wakatobi itu mirip Bali 25 tahun silam. Aromanya sudah sangat pariwisata, karena itu wajar jika di FGD tuntutan peserta justru minta segera dikebut, dipercepat, dan direalisasi," ungkap Hiram.

Bupati Wakatobi Hugua sangat setuju konsep kawasan lintas kabupaten itu. Badan Otoritas lebih luwes menjembatani antarkabupaten yang memiliki destinasi unggulan. Gabungan dari berbagai atraksi dari masing-masing kabupaten itu akan menghasilkan Wakatobi Plus yang komplit.

"Punya underwater di Wakatobi dan Buton. Punya budaya, kasultanan dengan benteng terbesar di dunia di Kota Baubau. Punya hutan Wallacea yang paling lengkap habitat aslinya di Buton. Punya jati terbesar, tertua, dan paling langka juga pacuan kuda di Muna, kita punya atraksi paling lengkap," ujar Hugua semangat.

Bupati Buton Samsu Umar B Samiun, juga menyambut baik Badan Otorita yang akan mengkoordinasi keunggulan pariwisata di wilayahnya. "Kami punya pantai, punya bawah laut, punya hutan, punya tebing, punya budaya, punya banyak cerita dan punya kuliner yang khas," kata Samsu Umar.

R24/dev/ini


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Bolavita Sabung Ayam
Sabtu, 09 Juni 2018 03:18 wib
Kami Menyediakan vidio sabung ayam yang dari bertarung , ngawin , tarungan 2 lawan 1 , tarungan si besar dan si kecil , ingin tau video nya ? hanya di BBM: D1A1E6DF / WA: +6281377055002
Nama :
Komentar :
     
riau24_tymsx_3833.jpg
Pelalawan, Riau24.com - Sejak berjalannya Program Percepatan Infrastruktur Desa (PPID) di kabupaten Pelalawan, demi mewujudkan Pelalawan EMAS (Ekonomi Mandiri Aman dan Sejahtera), program tersebut terus digalakkan oleh HM Harris di periode kedua menjabat bersama Wakilnya, Drs Zardewan.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru