riau24 Saat Nongkrong di Gedung Merdeka Bandung Serasa Di Eropa
Senin, 11 Desember 2017

Wisata

Saat Nongkrong di Gedung Merdeka Bandung Serasa Di Eropa

0
Saat Nongkrong di Gedung Merdeka Bandung Serasa Di Eropa
Bandung, Riau24.com - Akhir pekan sudah di depan mata, tak ada salahnya liburan ke kota terdekat. Di Bandung, datang saja ke Gedung Merdeka dan nikmati nuansa berbeda.

Gedung Merdeka menjadi tempat digelarnya Konferensi Asia Afrika yang baru saja digelar kemarin. Saat KAA kemarin, bagian depan gedung sempat dipoles jadi cantik.

Ada bangku kayu yang bisa ditempati umum, dan juga pot dengan bunga yang cantik dan segar. Dengan bagunan yang bergaya Eropa, bagian depannya yang baru dipoles pun terlihat makin menguatkan kesan gaya Eropa.

Di luar itu, gedung yang bernama awal Seocieteit Concordia ini memiliki kisah yang panjang. Awalnya, dibangun sebagai tempat rekreasi dan sosialisasi masyarakat Belanda yang tinggal di Bandung.

Dalam sejarah dikisahkan, Societeit Concordia dipenuhi orang Belanda yang bertemu dan berdansa saat akhir pekan. Mulai dari perwira, pengusaha, sampai pegawai perkebunan berkumpul di gedung ini. Mereka juga biasa menonton pertunjukan kesenian sambil makan malam.

Tahun 1926, gedung ini beralih fungsi setelah sebelumnya direnovasi secara keseluruhan. Dua Guru Besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng) atau yang kini dikenal sebagai ITB lah yang merenovasinya.

Gedung yang menempati area seluas 7.500 meter persegi ini dibuat bergaya art deco, lengkap dengan lantai marmer dan lampu kristal yang mewah. Pada masa kependudukan Jepang, gedung ini sempat berganti nama dan beralih fungsi menjadi pusat kebudayaan.

Namun pada masa proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, gedung ini digunakan sebagai markas pemuda Indonesia guna menghadapi tentara Jepang. Saat inilah namanya berubah menjadi Gedung Merdeka.

Usai menjadi tempat perhelatan Konferensi Asia Afrika pada 1955, fungsi Gedung Merdeka berubah-ubah seiring situasi pemerintahan. Saat terbentuk Dewan Konstituante pada 1955, gedung ini dijadikan Gedung Konstituante. Namun tak bertahan lama karena Dewan Konstituante dibubarkan karena dipandang gagal melaksanakan tugas utamanya, yakni menetapkan dasar negara dan UUD.

Selanjutnya, Gedung Merdeka sempat menjadi Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terbentuk tahun 1960. Gedung ini juga pernah menjadi tempat digelarnya Konferensi Islam Asia Afrika pada 1965.


R24/dev/det

Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_b8acp_3373.jpg
Pekanbaru, Riau24.com - Sungguh mengharukan jika melihat kondisi pada saat dilaksanakannya pelantikan Kepala Desa (Kades) Tunggal Rahayu Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong. 
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru