riau24 Baju Hijau di Pantai Parangtritis
Senin, 18 Desember 2017

Wisata

Baju Hijau di Pantai Parangtritis

0
Baju Hijau di Pantai Parangtritis
Yogyakarta, Riau24.com - Pantai Parangtritis merupakan obyek wisata pantai yang sangat terkenal diantara pantai-pantai lain yang tersebar di wilayah Yogyakarta.

Parangtritis menurut kisah legenda pada zaman Kerajaan Majapahit, ada seorang pelarian dari Kerajaan tersebut yang bernama Dipokusumo yang ditempat itu sedang melakukan semedi. Ketika sedang melakukan semedi, ia melihat air menetes ( tumaritis ) yang berasal dari celah-celah batu karang ( parang ). Kemudian Dipokusumo memberi nama daerah itu Parangtritis yang artinya air yang menetes dari batu.

Pantai ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai perwujudan kesatuan dari Gunung Merapi, Keraton Jogja dan Parangtritis sendiri. Sehingga masyarakat selalu menghubungkan bilamana ada fenomena alam yang sedang terjadi di antara ketiga tempat hal tersebut.

Parangtritis memiliki pemandangan yang unik yang tidak terdapat pada obyek wisata lain, yaitu pantai yang memiliki ombak yang besar dan terdapatnya gunung-gunung pasir disektar kawasana pantai tersebut yang disebut dengan gumuk.

Pada musim kemarau angin biasanya akan bertiup lebih cepat dan ombak akan bisa mencapai ketinggian 2 – 3 meter. Karena ombaknya yang besar maka pengunjung Pantai Parangtritis dilarang untuk berenang di seputaran pantai, untuk itu sudah disediakan fasilitas pemandian umum yang bisa digunakan untuk para pengunjung yang ingin berenang dengan aman dan nyaman.

Ada pemandian unik yang terdapat tak jauh dari kawasan Pantai Parangtritis yaitu Pemandian Parang Wedang.

Namun, sejak bertahun-tahun lalu beredar mitos kalau wisatawan yang mau main ke Pantai Parangtritis di Bantul, DI Yogyakarta tak boleh mengenakan baju berwarna hijau.

Hal ini terkait dengan kisah keberadaan Ratu Kidul dan jinnya yang bersemayam di sekitar pantai selatan termasuk Parangtritis.

Konon, kalau datang ke pantai pakai baju hijau bisa hilang diculik Ratu Kidul dan jinnya. Kenapa warna hijau? Karena warna itulah yang kabarnya jadi kesukaan sang ratu.

Selain pantangan memakai kaos hijau, wisatawan juga dilarang berkata-kata kasar dan berkunjung ke pantai saat maghrib ataupun ketika malam tiba.

Terlepas dari kebenaran mitos tersebut, traveler pastinya memang harus menjaga tingkah laku selama di pantai agar terhindar dari celaka.


R24/dev


Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru