riau24 Legenda Dibalik Keindahan Danau Toba Dan Pulau Samosir
Rabu, 13 Desember 2017

Wisata

Legenda Dibalik Keindahan Danau Toba Dan Pulau Samosir

0
Legenda Dibalik Keindahan Danau Toba Dan Pulau Samosir

Medan, Riau24.com - Menurut penelitian para ahli geologi, kawah Danau Toba terbentuk karena adanya letusan gunung berapi super vulkanik. Yang dipercaya terjadi sekitar 77 ribu tahun yang lalu. Letusan ini tergolong sangat dahsyat jika dibandingkan dengan gunung berapi lainnya, hingga mencapai ribuan kali letusan pada gunung berapi normal. Letusan maha dahsyat ini  mengakibatkan perubahan iklim di dunia.

Ahli geologi mengungkapkan, letusan gunung Toba menyebabkan penurunan suhu di dunia, hingga mencapai 5 derajad celcius.

Selain itu, hampir diseluruh bagian dunia, ditemukan debu yang berasal dari letusan gunung ini. Hal ini dibuktikan dengan struktur molekul debu vulkanik yang sama hingga mencapai 2100 titik.

Sangat mengejutkan.

Tak sampai disitu, debu ini juga ditemukan di kutub utara. Inilah yang memunculkan statemen, betapa maha dahsyatnya letusan gunung berapi tersebut.

Letusan gunung berapi ini juga dipercaya memusnahkan sekitar 60 persen penduduk dunia beserta mahluk hidup lainnya, sehingga di percaya inilah yang menyebabkan kepunahan masal kala itu.

Letusan itulah yang dipercaya dapat membentuk satu kaldera yang kemudian terisi air, hingga sekarang dikenal sebagai Danau Toba, danau terbesar se – Asia tenggara dan terdalam di dunia.Sedangkan karena tekanan magma yang tidak bisa keluar, akhirnya ditengah – tengah danau tersebut muncul sebuah pulau yang dikenal dengan nama Pulau Samosir.

Namun berbeda dengan kepercayaan masyarakat tentang asal – usul adanya Danau Toba dan Pulau Samosir. Masyarakat Batak memiliki cerita legenda tersendiri dari danau tersebut. Konon ceritanya, pada zaman dahulu, di daerah sekitar Toba ada sebuah gunung yang menjulang sangat tinggi dan memecah langit, Gunung itu sangat indah. Di sekitar gunung tersebut terdapat sebuah lembah yang beraliran sungai kecil.

Hiduplah pemuda yang miskin dan kerjanya memancing. Pemuda ini bernama Toba. Di aliran sungai kecil itulah biasanya Toba memancing. Suatu saat, Toba memancing dari pagi hingga sore hari, namun tak di dapatkannya satu ikan pun. Toba kesal dan putus asa. Dan ketika ia hendah menarik pancingnnya untuk dibawa pulang, Toba terkejut, karena ada yang menarik kailnya. Ia pun segera menariknya, dan ternyata ikan emas yang sangat besar pun di dapatnya. Toba bersorak gembira karenanya. Dengan perasaan senang, Toba pulang dengan membawa ikan emas tersebut.

 Toba ingin cepat menggoreng ikan tangkapannya tersebut. Namun Toba tersentak kaget karena ada yang memanggilnya. “ Hey pemuda ”. Toba mencari asal suara tersebut, akan tetapi tak ditemukannya. “ Aku disini, ikan emas hasil tangkapanmu ”, Toba segera melihatnya, dan ternyata benar, ikan tersebut bisa bicara. Toba terheran – heran dengan apa yang disaksikannya saat itu. Ikan itu berkata lagi “ Jangan kau makan akau pemuda. Taruhlah aku di gubuk milikmu, dan kau boleh datang lagi tiga hari setelah itu ”. Toba tak banyak bertanya, ia hanya menuruti permintaan ikan emas tersebut. Toba meletakkan ikan itu di gubuk kecil miliknya. Toba pun pulang dengan tangan kosong. Namun Toba masih bertanya – tanya dan heran dengan apa yang terjadi.

Tiga hari pun berlalu, Toba sudah tak sabar untuk menemui ikan ajaib itu. Sesampainya disana, ia dikejutkan lagi dengan sosok gadis yang berparas cantik. Dengan gugup Toba pun memberanikan diri untuk menyapanya “ Si..si..apa kau? ”. Gadis itupun menjawab pertanyaan Toba dengan suaranya yang merdu “ Aku adalah ikan emas hasil tangkapanmu tiga hari yang lalu ”. Toba sungguh heran dan tak percaya, namun gadis itu mencoba meyakinkannya. Gadis tersebut juga menjelaskan, bahwa ia adalah putri penguasa air yang bernama Nauli.

Karena terpesona dengan kecantikan gadis ikan emas tersebut, Toba pun merayunya. Putri penguasa air itupun tersipu malu dan menjawab “ Aku mau jadi istrimu ”. dengan setengah tak percaya, Toba merasa sangat bahagia. Namun gadis itu melanjutkan lagi perkataannya “ Dengan satu perjanjian, setelaah kita menikah, jangan kau sebut – sebut lagi dari mana asal usulku, apapun yang terjadi. Apabila kau mengingkarinya, aku akan kembali ke wujud asalku, dan meninggalkanmu ”. Toba pun sanggup dan menyetujui perjanjian tersebut. dan kemudian membawa gadis itu pulang untuk dinikahinya.

Setelah menikah mereka hidup bahagia. Toba bekerja sebagai petani dan istrinya adalah ibu rumah tangga. selang beberapa lama dengan kehidupan mereka berdua, akhirnya Toba di kejutkan dengan kebar gembira yang mengabarkan bahwa istrinya telah hamil. Toba semakin sayang pada istrinya tersebut. Waktu pun berlalu, hingga istrinya melahirkan seorang anak laki – laki yang diberikan nama Samosir. Samosir adalah anak yang tampan, mirip seperti ibunya. Samosir tumbuh besar dan sehat. Suatu ketika, Samosir diminta untuk mengantarkan makanan pada ayahnya. Ia pun menyanggupi permintaan ibunya tersebut. Dengan senang hati, ia pun mengantarkan makanan tersebut ke sawah, tempat ayahnya bekerja. Namun ditengah perjalanan, Samosir jatuh. Makan yang dibawanya juga ikut terjatuh. Samosir mengambil dan mengumpulkan makanan tersebut tersebut.

Setelah sampai disawah, Samosir ketakutan untuk memanggil ayahnya. dan kemudian ayahnya melihatnya serta menghampirinya. Samosir hanya tertunduk takut dan tidak mengatakan sepatah – kata apapun kepada ayahnya. Dengan perut lapar, sang ayah bergegas untuk membuka makanan tersebut. Ayahnya kaget melihat makanannya kotor. Ia memarahi Samosir. “ Membawa makanan begini saja tidak becus kau, dasar anak ikan!!! ”.

Samosir ketakutan dan lari pulang. Sesampainya dirumah ia menangis tersedu – sedu sambil menceritakan kejadian yaang dialaminya. Ibunya sedih sekaligus marah pada sang ayahnya, karena sudah mengungkit – ungkit masa lalunya. Nauli meminta Samosir untuk pergi ke daratan yang paling tinggi dari daaerah tersebut. Ia berpesan pada Samosir, “ Akan ada badai besar nak, segeralah lari dan jaga dirimu baik – baik ”. “ Tapi bu, aku mau bersama ibu ” kata Samosir. “ Tak usah kau khawatirkan ibu, ibu baik – baik saja ” jawab sang ibu. Akhirnya Samosir pun mau memenuhi permintaan sang ibu, ia berlari dengan kencangnya menuju daratan tersebut. Tak berapa lama ketika Samosir sampai atas bukit, terjadilah badai besar dan meluluhkan seluruh daratan sekitar. Hujan deras turun tak henti – hentinya, sehingga menjadikan danau yang sangat besar. Sedangkan Nauli kembali menjadi ikan di danau itu. Danau tersebut kita kenal dengan Danau Toba, sedangkaan dataran yang di tempati Samosir bernama Pulau Samosir.

Itulah sekelumit cerita tentang asal – usul Danau Toba. Selain cerita tersebut, ada hal mistis yang sampai sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat batak sekitar Danau Toba.

Mereka percaya, jika danau tersebut dihuni oleh “ Namboru ” yang artinya tujuh dewi yang dipercaya sebagai nenek moyang suku Batak. Biasanya sebelum melakukan upacara, penduduk sekitar haruslah meminta izin terlebih dahulu pada Namboru.

R24/dev



Bagikan :
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_sde4m_3406.jpg
Inhil, Riau24.com - Puluhan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) dan Dewan Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pulau Burung berikrar untuk senantiasa berupaya mencapai tujuan dan mematuhi peraturan organisasi yang berlaku.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru