riau24 Penantian Suci 2 Hati
Senin, 18 Desember 2017

Penantian Suci 2 Hati

0
Oleh: Arief Siddiq Razaan
Penantian Suci 2 Hati

Riau24.com -AKU tak bisa membaca bahasa matamu, namun menikmati debar ini. Menikmati saat bening matamu memuarakan aliran rindu dari lubuk hati. Sungguh, membuncahlah bahagia bila menyusupkan pandangan di bola matamu, rasanya jiwa ini rela terperangkap dalam jejaring cintamu. Aih, inikah sebenar-benarnya jelaga kasih yang selama ini kudamba dalam kembara penantian?

Saat ini, tak ada rasa manis selain manisnya cumbu rayumu, tak ada rasa pahit selain pahitnya bila tak kucecap untaian kata-katamu. Tak ada sebersit keraguan pun dalam sendi-sendi sanubari bahwa engkaulah bidadari yang dianugerahkan Allah Swt dalam takdir penghidupan. Sepasang sayapmu telah tanggal di lelangit jiwa hingga buatku laksana diterbangkan pesona keluhuran perangaimu.

Kini sampailah aku di dahan keyakinan, bahagiaku karena adamu, dan sempurnamu karena adaku maka kuingin kita saling melengkapi, saling mengisi cawan kesetiaan hingga kita teguk air mata bahagia di atas pelaminan asmara atas nama-Nya.

“Dinda Fatimah Azzahra, maukah engkau menjadi istriku? Telah lama aku meneguh yakin, Insya Allah membangun mahligai rumah tangga denganmu itu sebenar surga dunia,” ujarku saat melaksanakan proses ta’aruf di rumah perempuan yang begitu kuharap dapat menjadi makmumku kelak.

“Sungguh kanda Arief Siddiq Razaan, sebuah kehormatan terbesar bersebab kakanda menggumpal niat untuk mempersunting Fatimah menjadi pasangan hidup. Hanya saja, Fatimah ragu, adakah perasaan kanda itu sebenar ikhtiar cinta berlandaskan dzikir atau justru sekedar hasrat birahi yang merasuk di dalam pikir?”

“Mengapa terbersit prasangka seperti itu, dinda Fatimah? Sungguh, kanda begitu kagum dengan matamu yang indah, tanganmu yang lembut, dan bibirmu yang begitu syahdu melafazkan ayat-ayat Al Qur’an. Kanda yakin memilikimu ialah penyempurna kehidupan.”

“Inilah yang Fatimah khawatirkan, sebab kanda Arief menafsirkan rasa kagum sebagai cinta. Bukankah dalam Hadist Tarmizi diterangkan bahwa Rosullulah telah bersabda cintailah seseorang itu sewajarnya saja, karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu benci.”

“Apa kaitan hadist tersebut dengan ikhtiar kanda melamar dinda Fatimah?”

“Rasa kagum kanda Arief terlalu berlebihan, itu tak lebih dari naluri untuk menguasai, padahal dalam cinta sejati tidak boleh ada hasrat untuk menguasai. Cinta sejati dimulai dari risalah hati untuk melindungi. Kemudian, jika yang kanda kagumi ialah mata, tangan dan bibir, saat ini juga Fatimah ikhlas memberikannya, daripada mata, tangan dan bibir Fatimah meruntuhkan keimanan kanda Arief, karena Fatimah khawatir jika Allah Swt mengambil seluruh bagian tubuh yang kanda kagumi dalam diri Fatimah, maka rasa cinta di hati kanda juga akan musnah. Lalu mewujudlah kebencian dan rasa sesal yang mendalam.”

Aku terhenyak. Benarkah rasa kagumku yang berlebihan inilah yang menjadi dasar untuk memburunya? Tiba-tiba kurasa batinku serupa pemburu binatang liar. Astaqfirullahaladzim…. Sungguh, ujaran Fatimah membuatku tersadar bahwa sesungguhnya cinta sejati tumbuh bukan karena benih kehinaan nafsu birahi dan hasrat ingin menguasai.


Bagikan :
Sumber:
islampos.com
#Tagline News : Riau | Berita Riau | Berita Pekanbaru | Berita Kampar | Berita Siak | Berita Inhu | Berita Inhil | Berita Bengkalis | Berita Rohil | Berita Meranti | Berita Dumai | Berita Kuansing | Berita Pelalawan | Berita Rohul | Berita Internasional | Advertising Pekanbaru
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
Loading...

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_nfrwg_3427.jpg
Inhil, Riau24.com - Bupati Inhil HM Wardan terus melakukan peninjauan kegiatan pembangunan yang sedang berjalan di lapangan, guna memastikan pengerjaannya berjalan dengan baik.
loading...
  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru