Selasa, 30 September 2014
Nuansa Alam,"Budaya Tanah Datar"
0
Riau24/net
Nuansa Alam,
Indonesia memiliki beragam tempat bersejarah yang unik dan indah. Salah satunya adalah, peninggakan sejarah yang ada di Kabupaten Tanah Datar yang ada di Sumatera Barat.

Banyak keunikan yang tersimpan di tempat ini, hasil rangkuman Riau24 dari berbagai sumber.Berikut beberapa peninggalan sejarah bisa Kita kunjungi bila singgah di Tanah Datar.

1. Batu Batikam

Adalah batu yang terlihat berlobang, dimana menurut kepercayaan batu ini berlubang karena hasil tikaman keris Datuk Parpatiah. Batu iini terletak di Nagari Lima Kaum yang berjarak 5 kilometer dari kota Batusangkar.

2. Istana Pagaruyung

Tempat wisata yang satu ini adalah peninggalan yang menjadi salah satu Icon pariwisata Sumatra Barat.

Istana Pagaruyung terletak di Kecamatan Tanjung Emas dan berjarak sekitar 5 Km dari dari Batu Sangkar. Istana ini memiliki latar belakang panorama keindahan alam Gunung Bungsu yang merupakan tempat wisata yang sangat cocok untuk camping dan hiking.

Bangunan istana Pagaruyung ini berbentuk rumah adat minang atau Rumah Gadang dengan ukuran yang sangat besar dan atap berbentuk tanduk kerbau.

3. Nagari Tuo Pariangan

Tempat ini adalah tempat yang sangat bersejarah karena menjelaskan tentang histori dengan bukti sejarah berupa batu Tigo Luak, Balai Saruang, Prasasti Menhir dan Sawah Satampang Baniah.

Tempat ini juga menyuguhkan pemandian air panas yang mengandung sulfur yang bermanfaat untuk kulit.

4. Panorama Tabek Patah
Daerah yang satu ini begitu eksotik dengan pemandangan alam yang khas dan udaranya yang dingin.

Tabek patah berasal dari kata "Tabek" yang berarti kolam yang patah menjadi 2 bagian. Sebelah utara dinamakan dengan "Talago Pakis" dan sebelah selatan dinamakan "Aia Taganang".

Dari ketingguan kita bisa melihat hamparan awan yang menawan yang dikelilingi oleh perbukitan dan hutan pinus.

5. Batu Basurek

Batu Basurek ini merupakan prasasti peninggalan kerajaan Pagaruyung semasa pemerintahan Raja Adityawarman.

Batu Basurek ini terdapat antara lain di daerah Kubu Rajo. Prasasti ini ditulis menggunakan huruf jawa kuno dalam bahasa sangsekerta. Isinya bercerita tentang Raja Adityawarman sebagai penguasa negeri emas yang murah hati dan penuh belas kasih. Diperkirakan prasasti ini ditulis pada tahun 1300-an masehi.(Riau24/mail/Ghiboocom)

Silahkan SMS ke No HP : 0812 6866 1601, Invite Pin BB : 2756E754,
atau email ke alamat : redaksi@riau24.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda

Nama :
Komentar :
     
riau24_vxnvx_710.jpg
Negara kita adalah sebuah negara demokrasi yang menekankan pada “teori kedaulatan rakyat”. Dimana rakyat memegang kekuasaan penuh atas negara.
riau24_rv2tx_818.jpg
Untuk memeriahkan hari raya Idul Adha ke 1435 Hijriah tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan mengadakan pawai Akbar pada tangal 4 Oktober, yang dimulai dari Jalan Gajah Mada.
riau24_nyfd2_816.jpg
Penggunaan kondom kerap dilakukan utamanya bagi pasangan suami istri yang sedang menunda memiliki momongan. Tetapi, jika cenderung dipakai terus-terusan, bisa terlintas si benak pria ataupun wanita sekiranya apakah kondom tak memengaruhi kesehatan organ vital?
riau24_cjvrs_770.jpg
Apakah anda pernah melakukan kesalahan, apakah anda sering melakukan kesalahan, apakah anda terobsesi tidak melakukan kesalahan, ataukah anda tidak pernah sama sekali melakukan kesalahan.
riau24_esx8j_819.jpg
Menginap di hotel berbintang dengan layanan berstandar internasional tentu saja bisa memberikan nilai lebih di tengah perjalanan wisata atau bisnis yang sedang dilalui. Hanya saja, untuk menikmati kelebihan itu tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. 
riau24_agq3g_817.jpg
Kunyit identik sebagai bumbu khas Indonesia. Sebab, sebagian besar makanan tradisional khas Indonesia memakai bahan dasar kunyit, seperti gulai, kari, atau pepes. Tapi, tak cuma menambah sedap makanan saja lho. Ternyata, kunyit pun mampu memberikan manfaat untuk otak Anda.
riau24_uwp7x_815.jpg
Riziq Al Rasyid balita berusia 1 tahun, putra dari pasangan Supriyatno dan Sri Sutanti, warga Desa Balam Jaya, Kecamatan Tambang, sejak kecil mengalami penyakit Hidrosefalus. Dan saat ini sangat amat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang baik hati serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com