Rabu, 01 Oktober 2014
Pulau Penyengat Tanjung Pinang
3
Pulau Penyengat Tanjung Pinang
Penyengat mungkin terdengar aneh tapi di balik nama penyengat tersimpan sejarah yang mengagumkan,karena di pulau ini lah kita bisa mengenal Nilai Sejarah Agama Islam di mana terdapat Masjid Sultan Riau salah satunya. Konon, bangunan masjid ini dibuat dengan putih telur sebagai perekat.

Masjid ini mulai dibangun sekitar tahun 1761-1812. Pada awalnya, masjid ini hanya berupa bangunan kayu sederhana berlantai batu bata yang hanya dilengkapi dengan sebuah menara setinggi lebih kurang 6 meter. Namun, seiring berjalannya waktu, masjid ini tidak lagi mampu menampung jumlah anggota jemaah yang terus bertambah sehingga Yang Dipertuan Muda Raja Abdurrahman Sultan Kerajaan Riau pada 1831-1844 berinisiatif untuk memperbaiki dan memperbesar masjid tersebut.

Untuk membuat sebuah masjid yang besar, Sultan Abdurrahman berseru kepada seluruh rakyatnya untuk beramal dan bergotong-royong di jalan Allah. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 1 Syawal 1248 Hijriah (1832 M), atau bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Panggilan tersebut ternyata telah menggerakkan hati segenap warga untuk berkontribusi pada pembangunan masjid tersebut.

Konon, karena banyaknya bahan makanan yang disumbangkan penduduk, seperti beras, sayur, dan telur, para pekerja sampai merasa bosan makan telur sehingga yang dimakan hanya kuning telurnya saja. Karena menyayangkan banyaknya putih telur yang terbuang, sang arsitek memanfaatkannya sebagai bahan bangunan. Sisa-sisa putih telur itu kemudian digunakan sebagai bahan perekat, dicampur dengan pasir dan kapur, sehingga membuat bangunan masjid dapat berdiri kokoh, bahkan hingga saat ini.

Dari Dermaga Panjang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang, bangunan Masjid Raya Sultan Riau yang berwarna kuning cerah terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan lainnya di pulau Penyengat, pulau kecil seluas 240 hektar itu.
Di Pulau Penyengat, pengunjung juga dapat menjumpai cukup banyak rumah makan yang menjajakan masakan khas Melayu dan rumah penginapan yang dikelola penduduk setempat. (Rau24/Ar)
Silahkan SMS ke No HP : 0812 6866 1601, Invite Pin BB : 2756E754,
atau email ke alamat : redaksi@riau24.com
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
(harap cantumkan data diri anda).

Komentar Anda

Budak bintan
Jumat, 25 Januari 2013 00:42 wib
Tugu Bahasa akan dibangun di Pulau Penyengat oleh PemProv Kepri Karena Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu Kepri.Menyayah Kalau Tugu Bahasa didirikan di Pekanbaru ape Orang Riau tal tahu sejarah
Laksamane bentan
Rabu, 30 Januari 2013 12:07 wib
Pemerintah Provinsi Kepri Melalui Dinas Kebudayaan Kepri akan membangun Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat,Karena Pulau Penyengat merupakan Cikal Bakal lahirnya Bahasa Indonesia dan sebagai permesatu Bahasa.
Fadli
Minggu, 02 Juni 2013 10:09 wib
Mestinya, Provinsi Riau wajib ubah nama, karena nama Riau itu asalnya nama wilayah daerah sekitar pulau Bintan, yakni sekarang ini meliputi wilayah pemko tanjung Pinang
Nama :
Komentar :
     
riau24_vxnvx_710.jpg
Negara kita adalah sebuah negara demokrasi yang menekankan pada “teori kedaulatan rakyat”. Dimana rakyat memegang kekuasaan penuh atas negara.
riau24_rv2tx_818.jpg
Untuk memeriahkan hari raya Idul Adha ke 1435 Hijriah tahun ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan mengadakan pawai Akbar pada tangal 4 Oktober, yang dimulai dari Jalan Gajah Mada.
riau24_nyfd2_816.jpg
Penggunaan kondom kerap dilakukan utamanya bagi pasangan suami istri yang sedang menunda memiliki momongan. Tetapi, jika cenderung dipakai terus-terusan, bisa terlintas si benak pria ataupun wanita sekiranya apakah kondom tak memengaruhi kesehatan organ vital?
riau24_cjvrs_770.jpg
Apakah anda pernah melakukan kesalahan, apakah anda sering melakukan kesalahan, apakah anda terobsesi tidak melakukan kesalahan, ataukah anda tidak pernah sama sekali melakukan kesalahan.
riau24_esx8j_819.jpg
Menginap di hotel berbintang dengan layanan berstandar internasional tentu saja bisa memberikan nilai lebih di tengah perjalanan wisata atau bisnis yang sedang dilalui. Hanya saja, untuk menikmati kelebihan itu tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. 
riau24_agq3g_817.jpg
Kunyit identik sebagai bumbu khas Indonesia. Sebab, sebagian besar makanan tradisional khas Indonesia memakai bahan dasar kunyit, seperti gulai, kari, atau pepes. Tapi, tak cuma menambah sedap makanan saja lho. Ternyata, kunyit pun mampu memberikan manfaat untuk otak Anda.
riau24_uwp7x_815.jpg
Riziq Al Rasyid balita berusia 1 tahun, putra dari pasangan Supriyatno dan Sri Sutanti, warga Desa Balam Jaya, Kecamatan Tambang, sejak kecil mengalami penyakit Hidrosefalus. Dan saat ini sangat amat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang baik hati serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com