riau24 Satelit Anak Negeri Siap Unjuk Gigi | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Lapan Menyiapkan Sejumlah Satelit Untuk Diluncurkan.

Satelit Anak Negeri Siap Unjuk Gigi

0
Model Satelit A2 buatan Lapan (VIVAnews)
Berita Riau -  Satelit Anak Negeri Siap Unjuk Gigi
Riau.com- Pekan pertama September 2015, jika tak ada aral rintangan akan menjadi momentum bersejarah dunia keantariksaan Indonesia. Pada 3 September nanti, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dijadwalkan meluncurkan satelit LAPAN A2 ke luar angkasa. 

Dikatakan bersejarah sebab, sepanjang ini Lapan baru meluncurkan satu satelit yaitu LAPAN Tubsat atau LAPAN A1. 

Satelit A2 merupakan bagian dari fokus pengembangan teknologi satelit yang sudah ditetapkan Lapan. Sesuai rencana, setelah meluncurkan LAPAN A2, lembaga negara nonkementerian itu sudah menyiapkan satelit penerusnya yaitu satelit LAPAN A3, LAPAN A4 dan LAPAN A5. Satelit A3 dan A4 dijadwalkan bisa meluncur pada tahun depan. Sedangkan LAPAN A5 sesudahnya, namun belum dijadwalkan tahun peluncurannya.

Diketahui, satelit tubsat LAPAN-A1 yang sudah diluncurkan dan LAPAN-A2 akan diluncurkan bulan depan. Sementara, LAPAN-A3 direncanakan mengangkasa tahun depan dengan bekerja sama Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, tiap pengembangan tahapan satelit tersebut akan mewakili peningkatan kemampuan. Untuk satelit tahapan awal hanyalah satelit untuk eksperimen saja, sedangkan nantinya secara bertahap satelit Lapan juga akan melayani eksperimen dan operasional. 

"Dari seri-A LAPAN mulai dari generasi satu hingga ketiga semuanya merupakan seri eksperimen, tetapi itu akan berangsur-angsur ke sifat komersialnya," ujar Thomas kepada VIVA.co.id, Kamis 27 Agustus 2015. 

Nah bicara soal satelit LAPAN A2, bisa dibilang istimewa. Sebab A2 berbeda dengan pendahulunya A1. A2 patut menjadi kebanggaan sebab satelit itu dibuat dan dilahirkan sepenuhnya di Tanah Air, meski tetap menggunakan konsultan dari Jerman. 

Berbeda dengan generasi sebelumnya, LAPAN-A2 ini murni buatan Indonesia yang dilakukan oleh para engineer Lapan. Mereka membuat satelit tersebut selama kurang lebih lima tahun.

"LAPAN-A2 ini murni dilakukan engineer Lapan dari pembuatan, penelitian dan perekayasanya sepenuhnya menggunakan fasilitas Lapan. Sebelumnya, LAPAN-A1 dibuat di Jerman dan di bawah bimbingan profesor Jerman juga," ujar Thomas. 

Selama pembuatan satelit tersebut, Lapan mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar. 

Namun meski LAPAN A2 dibuat oleh anak bangsa, untuk peluncuran ke luar angkasa, Lapan belum bisa melakukannya di Tanah Air. Satelit A2 harus 'menumpang' roket yang diluncurkan dari Chennai, India. A2 akan diluncurkan bebarengan dengan satelit Astrosat milik India dalam misi PSLV-C30/Astrosat. 

Penyebabnya pertama karena di Indonesia belum ada roket dan fasilitas yang bisa meluncurkan muatan ke luar angkasa. Kedua, Lapan sudah menjalin kerja sama peluncuran muatan ke luar angkasa dengan Badan Antariksa India (ISRO) sampai dengan A3. 

Tapi bila bicara soal kemampuan, A2 memiliki kelebihan dibanding pendahulunya. Jika A1 sepenuhnya merupakan satelit eksperimen, maka pada A2 porsi eksperimen itu dikurangi menjadi 80 persen eksperimen dan 20 persen operasional. Peningkatan ini dilakukan pada A3 yang akan memiliki porsi 60 eksperimen dan 40 operasional. 

Thomas melanjutkan, pada satelit LAPAN A4 dan LAPAN A5 diharapkan bobot operasionalnya lebih besar dari satelit generasi sebelum-sebelumnya.

Thomas menjelaskan, satelit A2 dilengkapi sejumlah teknologi mutakhir, di antaranya mampu mengobservasi permukaan bumi menggunakan kamera video, kamera digital, serta peralatan sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk pemantauan kemaritiman. AIS berfungsi untuk mendeteksi kapal laut yang melewati perairan Indonesia. Teknologi ini bahkan juga mampu mendeteksi potensi pencurian ikan di perairan Indonesia.

Satelit generasi kedua ada sejumlah penambahan komponen mengena radio amatir. Hal ini menjadi yang pertama dilakukan dengan bekerjasama antara Lapan dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari).

LAPAN A2 ditanamkan sistem komunikasi untuk keperluan mitigasi bencana dengan menggunakan radio amatir melalui voice repeater dan automatic packet reporting system (APRS). Jadi misalnya terjadi bencana dan komunikasi di daratan mati, data dari satelit A2 akan memberikan bantuan komunikasi alternatif melalui radio amatir. 

"LAPAN A2 misi utamanya yang menentukan sepenuhnya dilakukan oleh Lapan. Kerja sama dengan Orari itu penambahan muatannya saja," ujarnya menambahkan.

Bobot satelit ini mencapai 78 kilogram dengan kemampuan mengorbit di atas 650 kilometer dari permukaan bumi. Nantinya, LAPAN-A2 akan beroperasi orbit near equatorial dan mampu melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali setiap harinya.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru