riau24

7 Januari: Deklarasi Presiden Soekarno Indonesia Keluar Dari PBB, Akibat Konfrontasi Malaysia

Senin, 07 Januari 2019 | 11:05 WIB
Presiden RI Soekarno berpidato (foto/int) Presiden RI Soekarno berpidato (foto/int)

RIAU24.COM -  

Senin 7 Januari 2018, Negara Republik Indonesia dengan Malaysia merupakan negara serumpun. Bahkan banyak budaya dan adat istiadat yang mirip antara Indonesia dengan saudara kandungnya yaitu Malaysia.

Namun sejarah mencatat, persaudaraan Indonesia dengan Malaysia pernah retak. Paling dikenal yaitu "Ganyang Malaysia" yang merupakan politik konfrontasi Presidenan Soekarno. 

Seperti dilansir dari wikipedia, 7 Januari 1965 Indonesia mendeklarasikan diri keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Semua bermula dari penolakan Soekarno atas pembentukan Federasi Malaysia. Federasi Malaysia dianggap sebagai negara boneka bagi Inggris yang membentuk koloninya.

Dilansir juga dari laporan Tirto, bahwa konfrontasi terjadi baik ranah diplomatik, kerjasama ekonomi, hingga kontak fisik bersenjata di Kalimantan Utara. Tensinya terus meningkat setelah Federasi Malaysia masuk jadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

Berbagai upaya perdamaian seperti yang dimediasi Jepang hingga Amerika Serikat (AS). Konfrontasi Ganyang Malaysia secara pasti mereda setelah peristiwa G30 S tahun 1965. Yang menjadikan Indonesia sibuk dengan urusan dalam negeri hingga pamor Presiden Soekarno yang juga memudar. Sehingga akhirnya hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia kembali baik, dan Indonesia ke anggota PBB pada 28 September 1966.

PenulisR24/riko


Loading...

loading...