riau24

Kejari Bengkalis Akui Baru Terima SPDP Kasus Dua Pelaku Penemuan 11 Mayat

Selasa, 08 Januari 2019 | 12:00 WIB
Kasi Pidum Kejari Bengkalis Iwan Roy Charles/hari Kasi Pidum Kejari Bengkalis Iwan Roy Charles/hari

RIAU24.COM - BENGKALIS - Kejaksaan Negeri Bengkalis mengaku baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap dua orang pelaku kasus penemuan 11 orang mayat.

Sebelas orang mayat yang ditemukan di perairan Selat Bengkalis tersebut, merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan pulang dari Malaysia ke Indonesia menggunakan speed boad melalui jalur gelap.

"Pihak Kejaksaan Bengkalis kini baru menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), yang telah diterimanya surat tersebut dari pihak Penyidik Sat Reskrim Polres Bengkalis beberapa hari lalu," ungkap Kajari Bengkalis Heru Winoto melalui Kasipidum Iwan Roy Charles, Selasa 8 Januari 2019 seraya menyebutkan masih menunggu proses hingga P21.



BACA JUGA : HUT RI ke 74, 640 Warga Binaan Lapas IIA Bengkalis Dapatkan Remisi, Tiga Langsung Bebas

Sebelumnya, peristiwa yang menimpa 11 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang masuk melalui jalur tidak resmi dan mengalami kecelakaan laut sempat membuat geger warga Bengkalis.

Kesebelaa mayat yang terapung tersebut secara berturut-turut, ditemukan nelayan di Perairan Pulau Rupat, Pulau Bengkalis dan di wilayah Pantai Kabupaten Meranti hingga mencapai 11 orang.



BACA JUGA : Sambut HUT RI ke 74, Ribuan Peserta Berbagai Elemen Meriahkan Pawai Obor di Bengkalis

Sedangkan sesuai keterangan 2 tersangka Hamit alias Boboy (31) dan Watan (38) yang menyerahkan diri kepihak Kepolisian tersebut menyebutkan bahwa Spead Boat yang membawa para TKI itu jenis GT 30 dengan mengangkut penumpang berjumlah 19 orang TKI.

Namun hanya menyediakan life jaket untuk 9 penumpang saja, yang rencananya akan diturunkan di Pantai Teluk Ketapang, Desa Sungai Cingam, Kec Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis-Riau. Sedangkan para TKI itu dikenakan tarif biaya sebesar 400 ringgit malaysia.(***)


R24/phi

PenulisR24/hari


Loading...

loading...