riau24

Putra Kiai NU Sebut Pembatalan Penyampaian Visi Misi Tak Beralasan, Katanya: Siapa Sih yang Berpotensi Dipermalukan?

Rabu, 09 Januari 2019 | 12:39 WIB
Ustaz Hilmi Firdausi Ustaz Hilmi Firdausi

RIAU24.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Arief Budiman mengatakan bahwa alasan pihaknya memberikan bocoran pertanyaan debat itu dikarenakan tidak ingin ada pasangan calon yang ingin dipermalukan.

Pernyataan dari Arief tersebut ditanggapi oleh Ustaz Hilmi Firdausi. Dia mengatakan bahwa, alasan KPU tersebut tidak beralasan.



BACA JUGA : Singung Masalah Salip, 2 Ormas Katolik di Sikka, NTT, Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polisi

"Sbnrnya kekhawatiran KPU akn dipermalukannya salahsatu Paslon tdk beralasan. Setiap ada yg berniat bgtu, asal dijwab dgn data & fakta, maka bs jd yg menyerang malah akn malu sndiri," kicaunya, Rabu, 9 Januari 2019.

"Emangnya siapa sih yg berpotensi dipermalukan dari 4 putra terbaik bangsa ? Kata @rockygerung loh," kata dia lagi meniru kata Rocky Gerung.

Warganet memberikan komentar mengenai postingan dari Putra dari pimpinan pondok pesantren berbasis NU KH Amin Affandi tersebut. Ini respon mereka.



BACA JUGA : Tergeser Karena Anak Pejabat, Koko Ardiansyah Dipercaya Kemenpora Untuk Lakukan hal Ini

@SilentH0512: Mau aq kasi tau kisi2 ya gaaa Tadz...

@cantona_herry: Masyarakat bangun pagi masih ngakak denger closing om @rockygerung.

@bembengrasamel1: Klw takut K.O.  di ring tinju jangan jadi petinju. Tobat aja udah. @rockygerung emang mantapp dah,,,,

@AnggitS76006414: Kisi2nya yg suka cengengesan dan selfa selfi mulu.

@rockrebel88: Jadi debat difasilitasi agar tidak terlihat potensi kedunguan.

@zainab_lila: Jawabannya dikasih kisi kisi soal debat.

@Fatimah41531712: Kontradiktif KPU bilang putra terbaik bangsa, masa takut dipermalukan? Arti Terbaiknya apa?

@kita1suara: Perdebatan harus sampai K.O di situ ada kelayakan dan teruji  yang kalah biar menjadi oposisi yang hebat, kami sebagai rakyat pengen lihat siapa pemimpin kami yang yang layak memimpin kami.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...