riau24

Novel Baswedan: Teror ke KPK Sudah Banyak, Belum Satu Pun Terungkap

Rabu, 09 Januari 2019 | 15:26 WIB
Novel Baswedan bersama Laode M Syarif. Novel Baswedan bersama Laode M Syarif.

RIAU24.COM -  Teror bom yang terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Rabu 9 Januari 2019 pagi tadi, semakin menambah daftar panjang teror yang dialami orang-orang yang bekerja di lembaga antirasuah itu.

Kondisi itu tak ditampik penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Menurutnya, hingga saat ini sudah begitu banyak teror yang dialami orang-orang yang berada di lingkungan KPK. Mulai dari pimpinan, penyidik hingga karyawan.

Namun sayangnya, belum satu pun aksi teror itu yang berhasil diungkapkan. Untuk mengungkapnya, Novel menilai butuh dukungan serius dari pemerintah. Sebab, teror tersebut diduga tidak dilakukan secara pribadi, namun oleh kelompok-kelompok yang memiliki kekuatan.



BACA JUGA : Singung Masalah Salip, 2 Ormas Katolik di Sikka, NTT, Laporkan Ustaz Abdul Somad ke Polisi

Ia menduga, apa yang terjadi di dua rumah pimpinan KPK, dilatarbelakangi hal yang sama.

"Jadi memang pernah saya sampaikan ke media sebelumnya, di KPK itu teror banyak terjadi. Sekarang ini mengenai pimpinan KPK, tapi belum tahu detailnya seperti apa," ujarnya, Rabu 9 Januari 2019.

Menurutnya, teror yang dialami pimpinan mau pun pegawai KPK, selalu terkait dengan pekerjaan. Bentuknya pun beragam. Mulai dari penyerangan, perampasan barang, penculikan sampai penyiraman air keras seperti yang dialami sendiri olehnya.

Namun yang sangat disesalkan, meski aksi teror sudah begitu sering terjadi, belum satu pun ada yang terungkap dengan jelas, oleh pihak kepolisian.



BACA JUGA : Tergeser Karena Anak Pejabat, Koko Ardiansyah Dipercaya Kemenpora Untuk Lakukan hal Ini

"Sekarang pimpinan, sebelumnya ada pegawai KPK, pernah ada beberapa di serang, salah satunya saya, sampai lima kali diserang. Ada pegawai yang pernah diculik dan barangnya dicuri. Tapi belum ada yang diungkap dan terungkap dengan jelas," katanya.

Ia berharap, kasus teror terhadap pimpinan KPK ini menjadi titik tolak dan memoentum bagi polisi untuk mengungkap kasus ini. Dengan serangkaian teror ini, diperlukan juga dukungan Presiden.

"Kita perlu dukungan dari Presiden. Karena ini tidak dilakukan pribadi, tapi kelompok-kelompok yang memiliki kekuatan," tandasnya, dilansir republika.co.id. ***

R24/wan 

PenulisR24/wan


Loading...

loading...