riau24

Kodim 0314 Inhil Gelar Sosialisasi Netralitas Bagi Anggota TNI Jelang Pemilu

Selasa, 29 Januari 2019 | 15:38 WIB
Sosialisasi Netralitas TNI bagi prajurit Kodim dalam pelaksanaan Pilpres)Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Makodim/rgo Sosialisasi Netralitas TNI bagi prajurit Kodim dalam pelaksanaan Pilpres)Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Makodim/rgo

RIAU24.COM -  TEMBILAHAN - Menghadapi pemilu mendatang, dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam melaksanakan tugas pengamanan. setiap personEl TNI dituntut mengedepankan netralitas untuk tidak ikut berpolitik praktis.

Untuk itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil gelar Sosialisasi Netralitas TNI bagi prajurit Kodim dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Makodim 0314/Inhil, Selasa 29 Januari 19.

Sebelum diberikan arahan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0314/Inhil terlebih dahulu para Prajurit diberikan materi oleh Pasiter Kodim 0314/Inhil, Kapten Inf Iwan Andoko.



BACA JUGA : Polisi Ringkus Dua Pelaku Perjudian di Tembilahan

Dalam kesempatan itu ia menjelaskan aturan sejumlah pasal undang-undang internal TNI, bahwa prajurit dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis, karena tugas TNI untuk pertahanan dan keamanan.

"Intinya Netralitas TNI dalam pemilu adalah harga mati, maka penegasan ini berlaku seluruh anggota TNI, tidak ada satupun anggota TNI ikut terlibat praktis politik atau mendukung salah satu calon dalam pemilu mendatang, hal ini merupakan penegasan penekanan ulang untuk mengedepankan netralitas,"ujarnya.

Lebih lanjut, Pria yang biasa disapa Iwan itu menuturkan, TNI dalam menjalankan tugas pengamanan harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis, adapun prajurit yang ikut dalam pemilu harus membuat peryataan mengundurkan diri dari TNI.

"Adapun gejolak terjadi dalam pelaksanaan pengamanan, prajurit TNI harus cerdas menyikapi terhadap perkembangan lingkungan strategis seperti upaya adu domba, provokasi, dan memetakan wilayah-wilayah yang dianggap rawan terjadi konflik," tutunya

Ia juga menegaskan, seluruh TNI harus mematuhi aturan hukum serta hindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat menurunkan citra TNI dan memegang teguh komitmen netralitas dalam pemilu.

Sementara itu dalam arahannya, Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf Andrian Siregar dalam arahannya sangat menekankan kepada seluruh personilnya untuk tetap menjaga netralitas dan ia juga meminta setiap prajurit untuk memahami segala macam bentuk konspirasi yang mungkin timbul karena pemilu 2019 ini.

"Petakan wilayah yang rawan terjadi komplik dan amankan Institusi agar tidak terseret dalam politik praktis," tegas Dandim.

Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada Ibu-ibu Persit yang memiliki hak pilih agar dapat untuk memilih dengan hati nurani dalam pemiliu 2019 mendatang dan tidak membawa-bawa persoalan ini kedalam lingkungan Institusi TNI dan jangan Golput dalam Pileg maupun Pilpres Tahun 2019 ini.



BACA JUGA : Tim Crime Pressing Mobile Polres Inhil Sita Ratusan Liter Tuak di Kempas Inhil

"Ibu-ibu adalah istri dari Prajurit TNI AD yang secara individu maupun Institusi telah berkomitmen untuk bersikap netral dalam politik dan tidak terlibat politik praktis, jadi gunakanlah hak pilih dengan baik serta tidak membawa-bawa hal itu kelingkungan TNI," sambungnya kembali.

Dan Setelah itu diakhir arahannya, Dandim 0314/Inhil juga memperkenalkan Empat orang perwira baru di Kodim 0314/Inhil dan Empat orang Bintara serta Tiga orang Tamtama.(***)


R24/phi

 

PenulisR24/rgo


Loading...

loading...