riau24

Puncak Imlek dan Kegiatan Cue Lak Disaksikan Ribuan Warga Bengkalis

Minggu, 10 Februari 2019 | 22:19 WIB
Puncak perayaan Imlek 2570, Minggu 10 Februari 2019 di Bengkalis/hari Puncak perayaan Imlek 2570, Minggu 10 Februari 2019 di Bengkalis/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Pada puncak perayaan Imlek 2570, Minggu 10 Februari 2019, ribuan warga Tionghoa Bengkalis melaksanakan pawai keliling di kota Bengkalis.

Selain disaksikan warga Tionghoa, masyarakat Bengkalis yang beragama Islam juga turut menyaksikan pawai puncak perayaan Imlek tersebut.

Puncak perayaan Imlek itu atau disebut dengan perayaan Cue Lak dengan berjalan Kaki dan konon diikuti 30 Dewa yang turun ke Bumi.



BACA JUGA : Pedagang Liar Marak di Jalan Jendral Sudirman Bengkalis

Hal tersebut disampaikan, Humas Vihara Hock Ann Kiong, Herman Kasuma ketika diwawancarai sejumlah wartawan saat berada di lokasi acara.

Herman menyebutkan tahun ini, merupakan tahun Babi Tanah, dimana Babi tanah itu ada berbagai kriteria ada babi peliharaan dan ada babi liar dan dari fostur tubuhnya ada yang gemuk dan ada yang kurus.

"Jadi untuk tahun ini cendrung gemuk ini artinya kemakmuran ada didepan mata kita,"ungkap Herman Kusuma.

Diutarakan Herman dan berharap, agar kemakmuran tahun ini bisa dirasakan oleh Kabupaten Bengkalis, dan kita juga berharap kerukunan antar umat beragama untuj bahu membahu serta mendukung program Pemerintah.

Masih kata Herman, untuk rangkaian kegiatan saat perayaan imlek tahun ini turut dihadiri oleh warga Tionghoa dari berbagai kota, seperti Pekanbaru dan Dumai.

"Tahun ini lebih padat dari tahun sebelumnya dan dewa dewa yang turun juga lebih banyak jumlahnya kemungkinan lebih dari 30 an Dewa,"katanya.

Dia melanjutkan, ada beberapa kegiatan pada Cue Lak yang dilaksanakan hari ini yang dilaksanakan sama dibeberapa lokasi  seperti di dekat sumur tua di dekat Vihara Hok Ann Kiong dan juga di beberapa lokasi yang dilewati pada dewa.



BACA JUGA : Tingkatkan Tertib Administrasi Kepegawaian, BKPP Akan Dilaksanakan Sumpah PNS

"Selain sema di lokasi yang ditentukan para Dewa akan melewati paku paku tajam artinya untuk membersihkan diri menyatakan dia itu kemasukan dan ia juga memeriksa tandu tandu yang akan berjalan agar nantinya barisannya tertib selama berjalan,"tambah Herman Kasuma lagi.(***)


R24/phi

PenulisR24/hari


Loading...

loading...