riau24

Tim Jatanras Polda Riau Ringkus Tiga Perampok Antar Provinsi, Dua pelaku Di Tembak

Senin, 11 Februari 2019 | 14:45 WIB
Kasubdit III Reskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholid Kasubdit III Reskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholid

RIAU24.COM - Kepolisian Polda Riau melalui Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), berhasil meringkus tiga pelaku aksi perampokan yang terjadi di Jalan Waduk Kilometer 15, Desa Sam-sam Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Riau, beberapa waktu lalu.

Tiga pelaku yang berhasil diringkus yakni BHG, IA dan AFA, bahkan dua dari tiga pelaku tersebut harus dilumpuhkan dengan timah panas.



BACA JUGA : 240.000 Batang Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai, Satu Pelaku Berhasil Kabur

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hadi Poerwanto melalui Kasubdit III Reserse Kriminal Umum Polda Riau, AKBP Mohammad Kholid mengatakan saat ini Tim Jatanras masih memburu satu pelaku lainnya.

"Saat ini kita masih akan melakukan pengembangan, terkait dugaan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kelompok tersebut," ungkap Khalid, Senin (11/2/2019) siang.

Ia menjelaskan masing-masing pelaku ini mempunyai peran berbeda, berinisial BHG alias Bambang dan IA yang berperan sebagai eksekutor dalam perampokan ini, serta seorang lainnya berinisial AFA.

Polda Riau saat ini tengah mengusut apakah kelompok Bambang ini terlibat aksi perampokan lain di wilayah Riau, karena diketahui kelompok ini beraksi dengan menggunakan senjata api dalam aksinya.

"Mereka ini beraksi menggunakan senpi rakitan, oleh karena itu kita masih dalami apakah ada TKP lainnya." Ujarnya.

Sebelumnya, kelompok Bambang ini melakukan perampokan di Jalan Waduk Kilometer 15, Desa Sam-sam Kecamatan Kandis Kabupaten Siak, Riau, dengan mencegat korbannya.



BACA JUGA : Polisi Pelajari Rekaman CCTv Untuk Ungkap Pelaku Pengeroyokan

Korban yang merupakan salah satu karyawan perusahaan saat itu tengah membawa uang tunai Rp75 Juta rupiah, korban sempat di pukul pelaku dengan menggunakan gagang senjatanya.

"Bahkan pelaku sempat melepas tembakan untuk menakuti korban," pungkasnya.

 

 

PenulisR24/amri


Loading...

loading...