riau24

Saat Musrenbang di Kecamatan Bantan, Ini Yang Disampaikan Plt Bappeda Bengkalis

Selasa, 12 Februari 2019 | 18:52 WIB
- Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Yuhelmi  saat Musrenbang/hari - Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Yuhelmi saat Musrenbang/hari

RIAU24.COM -  BENGKALIS - Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Yuhelmi mengatakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) 2019, Kecamatan Bantan mendapat alokasi anggaran sekitar Rp168,62 miliar.

“Alokasi anggaran ini diperuntukkan membangun berbagai sektor, seperti infrastruktur jalan dan sarana perasaranan sebesar 78,7 miliar, kesehatan sekitar 2,18 miliar, pendidikan 7,4 miliar, dan dana transfer ke desa keseluruhan mencapai 74,6 miliar,” jelas Yuhelmi, ketika memberikan sambutan pada Musrenbang Kecamatan Bantan 2019, di gedung Serbaguna Kecamatan Bantan, Selasa, 12 Februari 2019.

Dia juga mengungkapkan alokasi dana yang digelontorkan ke Kecamatan Bantan ini merupakan bentuk perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan.



BACA JUGA : Padamkan Api Karhutla di Pulau Rupat, Kapolres Bengkalis Gunakan Perahu Sampan Menuju ke Lokasi

“Namun kami mengharapkan agar hal ini menjadi kewajiban kita semua untuk merasa memiliki atas semua program dan capaian serta yang sudah tertuang dalam APBD 2019 dengan turut serta melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatannya,” ujarnya.

Yuhelmi juga mengutarakan bahwa berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkalis 2016-2021, Tema Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Bengkalis tahun 2020 adalah ‘menuju kemandirian desa yang berkearifan lokal’ dengan 5 prioritas pembangunan.



BACA JUGA : Lakukan Pemadaman Karhutla, Tim Gabungan Polsek Bengkalis Bekerja Ekstra Keras Siang dan Malam

“Pertama, penguatan konektifitas antar desa dan kecamatan temasuk menuju sentral perekonomian desa. Kedua, peningkatan kualitas dan pemasaran produk-produk unggulan desa. Ketiga, pemberdayaan sumber daya perdesaan yang kreatif dan inovatif,”ujarnya lagi.

“Keempat, peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta yang kelima, peningkatan nilai-nilai agama dan kebudayaan yang berkepribadian lokal,” katanya menambahkan.(***)


R24/phi

 

PenulisR24/hari


Loading...

loading...