riau24

Diolok Kader PSI 'Anak Mami', Sandiaga Uno: Masa Anak Tetangga

Rabu, 13 Februari 2019 | 11:36 WIB
Sandiaga Uno mencium tangan sang ibunda, Mien Uno. Foto:  int Sandiaga Uno mencium tangan sang ibunda, Mien Uno. Foto: int

RIAU24.COM -  Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno, tampak santai menanggapi olok-olokan yang menyebut dirinya sebagai 'anak mami'. Ia juga mengaku tak tersinggung dengan tudingan tersebut. Karena apa yang dilakukannya saat ini, bermula dari rido sang ibunda.

Seperti dilansir di berbagai media massa, olok-olokan tersebut dilontarkan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli.

Hal itu bermula ketika ibunda Sandi, Mien Uno, meminta pihak yang menuduh anaknya bersandiwara saat kampanye, agar meminta maaf langsung kepada dirinya.
Namun bukannya bersedia meminta maaf, Guntur Romli malah menyebut Sandiaga sebagai 'anak mami'.



BACA JUGA : Dalam Debat Kedua, Jokowi dan Prabowo akan Saling Adu Argumen Bebas

"Kalau dikatain anak mami, memang anak mami. Masa anak tetangga," lontar Sandiaga, di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

"Kalau dituduh yang macam-macam ya saya dengan bangga bahwa saya memang anak ibu saya. Semua yang saya lakukan demi ridho ibu saya," tegasnya.

Dilansir cnnindonesia, saat ini ibundanya Mien Uno sudah berusia 77 tahun. Sejak kecil, Sandi diasuh sang ibu. Saat dewasa, Sandi mengaku senantiasa meminta rido sang ibu sebelum melakukan segala hal. "Saya masuk politik juga meminta izin rido dari ibu saya," tuturnya.

Sandi juga mengaku tidak tersinggung lagi ketika dirinya diserang berbagai tuduhan oleh lawan politik. Sebab, hal itu merupakan konsekuensi yang harus ditanggungnya karena terjun ke dunia politik.

Namun ia mengaku khawatir dengan kondisi sang ibu yang mengatakan sakit hati karena dirinya dituding bersandiwara. Hal itu mengingat Mien Uno, sang ibu, mengetahui betul karakter dirinya.

"Semua yang saya lakukan demi rido ibu saya. Saya masuk politik juga meminta izin rido dari ibu saya. Saya tidak akan mungkin menyakiti hati, perasaan ibu saya atau ibu-ibu yang lain. Saya berjuang untuk ibu-ibu di seluruh Indonesia. Saya ingin mereka bahagia," tegasnya, dilansir detik.com. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...