riau24

Sebut-sebut Nasionalis Gadungan, Ketum PSI Dinilai Sindir Partai Koalisinya Sendiri

Kamis, 14 Februari 2019 | 00:27 WIB
Ketua Umum PSI Grace Natalie ketika menyampaika pidato politik di Yogyakarta, baru-baru ini. Foto: int Ketua Umum PSI Grace Natalie ketika menyampaika pidato politik di Yogyakarta, baru-baru ini. Foto: int

RIAU24.COM -  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, dinilai menyindir partai koalisinya sendiri, ketika menyinggung soal nasionalis gadungan.

Sebelumnya, dalam pidato politik di Festival 11 Yogyakarta di Graha Pradipta Jogja Expo Center pada Senin (11/2/2019), Grace menyebutkan bahwa kaum intoleran dan koruptor sebagai ancaman terbesar bagi persatuan Indonesia saat ini. Menurutnya, banyak partai-partai yang mengaku nasionalis namun meloloskan perda agama yang diskriminatif.

Menanggapi pernyataan itu, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, menilai pernyataan Grace tersebut justru menyindir partai satu koalisinya, yakni PDI Perjuangan. Sebab, kader partai itu kerap tertangkap melakukan korupsi.



BACA JUGA : Dalam Debat Kedua, Jokowi dan Prabowo akan Saling Adu Argumen Bebas

"Kalau kader paling banyak di KPK ya PDIP dong, yang paling banyak ditangkap KPK PDIP. Berarti kan itu partai pendukung pak Jokowi, jadi kelihatannya Grace memang menyindir koalisinya," ujarnya, Rabu  13 Februari 2019 malam tadi.

Andre mengaku heran terkait pernyataan yang kerap disampaikan PSI. Namun, di sisi lain ia tak heran lantaran hal tersebut dinilainya merupakan strategi PSI.



BACA JUGA : Jelang Debat, Sandi Minta Prabowo Singgung Soal ini ke Jokowo

Dilansir republika, Andre kemudian mengatakan, apa yang disindir Grace tersebut justru berbeda dengan Partai Gerindra yang mengayomi seluruh agama.

"Kalau Gerindra ini partai nasionalis religius, partai yang paling lengkap kebhinekaan-nya. Kami punya sayap Islam, lalu ada sayap Kristen, Katolik ada, Hindu, Budha ada, kami paling lengkap, jadi kami nasionalis religius," ujarnya lagi. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...