riau24

Prabowo Dilarang Shalat Jumat di Masjid Kauman, BPN Duga Ada Pihak yang Mempolitisasi

Kamis, 14 Februari 2019 | 15:49 WIB
Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman

RIAU24.COM - Adanya larangan terhadap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk shalat jumat di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Semarang menjadi perhatian.

Diketahui, takmir masjid meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melarang Prabowo menunaikan shalat jumat di Kauman karena khawatir ada tujuan politis.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengaku prihatin dengan adanya larangan tersebut. Sudirman juga teringat masa kecilnya ketika ada orang dilarang melakukan shalat.



BACA JUGA : Jelang Debat, Pendukung Jokowi Berebut Nasi Bungkus di GBK



“Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60-an. Ada kelompok yang melarang mushalanya dipakai karena beda aliran. Ada kelompok yang menghalangi rombongan mau shalat ied di lapangan,” kata Sudirman yang dilansir dari Republika, Kamis, 14 Februari 2019.

Kata dia, sebagai orang yang pernah berlaga pada pemilihan gubernur Jateng 2018 lalu, Sudirman meyakini jika  itu bukan sikap warga Semarang dan bukan pula sikap umat Islam Semarang.

Dia menambahkan, hal tersebut bukan sikap kolektif takmir Masjid Kauman. “Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang,” jelasnya.

Pada pemilihan gubernur 2018 lalu, Sudirman pernah dua kali shalat jumat di Masjid Kauman. Dari cerita yang disampaikan Sudirman, ketika itu dia duduk di barisan tengah karena masuk terlambat.



BACA JUGA : Jelang Debat, Pendukung Jokowi Berebut Nasi Bungkus di GBK



Tapi oleh pengurus Masjid dia di bawa ke depan mihrab dan duduk sebelahan dengan Imam. Tak hanya itu, sesudah selesai shalat dia diajak makan siang oleh seluruh takmir. Sambutan warga juga luar biasa.  

"Saya menyayangkan sampai terjadi larangan shalat Jumat terhadap Prabowo. Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi shalat jumatnya Pak Prabowo,” tutupnya.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...