riau24

2 Wartawan Rohul Dihadang dan Diintimidasi Satpam PT MAN Saat Liput Pencemaran Lingkungan

Rabu, 20 Februari 2019 | 10:50 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM -  PASIR PANGARAIAN- Kejadian tak sepantasnya, dialami 2 wartawan yang bertugas di kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Saat tengah meliput kasus pencemaran lingkungan, keduanya dihadang oknum Satpam yang bertugas di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Merangkai Artha Nusantara (MAN) yang berlokasi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara.
 
Kedua wartawan itu adalah Eka Syahputra kameramen Riau Televisi dan Sudirman wartawan media online Metroterkini. Tidak hanya sekedar dihadang, keduanya juga mengaku menerima aksi intimidasi dari oknum Satpam tersebut.

Diduga, aksi penghadangan dan intimidasi itu atas perintah manajer perusahaan tersebut. Terkait peristiwa itu, keduanya berencana akan menempuh jalur hukum.



BACA JUGA : Turnamen Voli Kapolres Rohul Cup 2019, Klub Polres A Taklukkan Polsek Rambah Samo di Final

Dituturkan Sudirman, aksi intimidasi itu terjadi pada Kamis (14/2/2019) lalu. Ketika itu, dirinya bersama rekannya Eka, tengah meliput aktivitas tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohul bersama pihak PT MAN, terkait dugaan pencemaran lingkungan di kawasan sekitar areal pabrik milik perusahaan itu.

Awalnya, tim DLH Rohul yang didampingi pihak perusahaan, mengambil sampel air di kawasan hilir Sungai Juragi Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara. Hal itu setelah beredar kabar bahwa air sungai itu diduga tercemar limbah pabrik.
 
Usai mengambil sample air di hilir Sungai Juragi, rombongan selanjutnya bergerak menuju areal pabrik, guna mengambil sampel di kolam limbah PKS PT MAN.



BACA JUGA : Banjir di Kecamatan Rambah Rokan Hulu Mulai Surut

Namun saat berada di tengah jalan menuju kolam limbah PKS PT MAN, Sudirman mengaku mendengar Manager PT MAN yang bernama Alex, diduga memerintahkan petugas Satpam melarang dirinya dan Eka masuk ke kolam limbah.

"Kami juga sempat pertanyakan itu (penghadangan dan larangan, red) ke petugas DLH mengapa kami tidak boleh masuk, dan oleh orang DLH kita diminta masuk bersama dengan mereka," tegas Sudirman, yang juga Ketua Divisi Hukum dan HAM di Organiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rohul, Rabu 20 Februari 2019.
 
Benar saja, saat masuk ke kolam limbah PKS PT MAN, seorang petugas Satpam tiba-tiba datang dan langsung menghadang Eka Syahputra yang tengah mengambil gambar di kolam limbah PKS PT MAN.‎
 
Bukan hanya menghadang, oknum security PT MAN ini juga sempat membentak Eka dengan ucapan yang tidak pantas. "Sudah, bubar-bubar," tambah ucap Sudirman menirukan ucapan oknum Satpam tersebut.

"Kami sangat menyayangkan sikap arogan pihak perusahaan ini. Tugas kami dilindungi Undang-Undang dan semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik. Atas kejadian ini kami berniat menempuh jalur hukum," kata Sudirman.
 
Sejauh ini, belum adanya tanggapan resmi dari pihak PT MAN terkait intimidasi yang dialami 2 wartawan Rohul tersebut. ***

R24/phi

PenulisR24/alfa


Loading...

loading...