riau24

Masih Sering Alami Vertigo, Atasi Dengan 3 Cara Berikut ini

Selasa, 12 Maret 2019 | 06:38 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Jika Anda sering mengalami vertigo atau sering disebut dizziness, tentunya mungkin sudah tidak asing dengan keluhan yang sering dianggap sebagai gejala vertigo. Seperti, kepala terasa melayang dan ruangan serasa berputar.

Gejala vertigo pada setiap orang dapat bervariasi. Ada yang berlangsung sebentar dan ada yang mengalami vertigo dalam durasi lama. Vertigo secara garis besar terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral.

Dilansir dari jpnn.com, Senin, 11 Maret 2029, Vertigo perifer adalah jenis vertigo yang lebih banyak dialami seseorang. Vertigo jenis ini disebabkan adanya gangguan pada telinga dalam. Sedangkan vertigo sentral adalah vertigo yang disebabkan karena adanya suatu lesi patologis di otak. Misalnya, pasca stroke, adanya tumor, hingga epilepsi.



BACA JUGA : Buah-buahan ini Baik Dikonsumsi Untuk Penderita Asam Urat, ini Manfaat yang Dirasakan

Selain rasa pusing berputar, biasanya vertigo juga disertai dengan gejala lain yang bervariasi. Setiap orang tidak harus merasakannya, tetapi dapat mengalami gangguan keseimbangan (tidak bisa berdiri tegak), mual, muntah, dan berkeringat dingin.

Tak hanya itu, penderita vertigo juga dapat mengalami gangguan pendengaran seperti terdengar dentingan atau dengungan di telinga (tinnitus) hingga tidak mendengar suara. Apabila vertigo perifer sedang menyerang, Anda tidak perlu khawatir. Berikut beberapa langkah untuk mengatasi serangan vertigo yang Anda alami.

1. Jangan panik

Ketika vertigo menyerang, jangan panik. Usahakan untuk tetap tenang dalam beberapa saat. Atur napas Anda dan jangan menggerakkan kepala secara mendadak. Sebab, hampir kasus vertigo disebabkan oleh BPPV, cobalah untuk menstabilkan kepala dalam posisi tegak. Terkadang memperbaiki posisi kepala dapat membantu mengurangi rasa pusing berputar.

2. Istirahat sejenak

Jika vertigo menyerang, hentikan segala aktivitas dan beristirahatlah sejenak, hal ini bisa membantu mengurangi keparahan saat vertigo yang menyerang. Selain membantu mengurangi gejala, Anda juga dapat terhindar dari hal yang tak terduga misalnya cedera akibat memaksakan diri untuk tetap beraktivitas.

Jika dirasa berbaring dengan posisi miring dan memejamkan mata dapat membantu, Anda dapat melakukannya. Apabila Anda ingin beranjak dari tempat tidur atau sofa, lakukan dengan perlahan dan jangan terburu-buru. Jika perlu, duduklah terlebih dahulu di pinggir tempat tidur untuk beberapa saat, kemudian barulah bangun dari posisi tersebut.

3. Lakukan latihan Brandt Daroff

Latihan Brandt Daroff adalah salah satu manuver latihan di rumah yang dapat dilakukan penderita vertigo. Latihan ini dipercaya dapat mengurangi rasa pusing berputar yang dialami, khususnya vertigo perifer yang disebabkan perubahan posisi. Selain dapat mengurangi keluhan, jika manuver ini dilakukan secara rutin maka dapat mencegah terjadinya vertigo berulang.



BACA JUGA : Selain Dijadikan Makanan, ini 4 Manfaat Kedelai Bagi Kesehatan, Salah Satunya Cegah Kanker

Berikut langkah dari latihan Brandt Daroff yang dapat Anda lakukan di rumah :

1.Duduklah di tepi tempat tidur dengan posisi badan tegak dan senyaman mungkin.

2. Dengan mata tertutup, jatuhkan badan Anda ke salah satu sisi tubuh, kira-kira miring 45 derajat. Pertahankan posisi tersebut selama 30 detik.

3. Setelah 30 detik, kembalilah duduk dalam posisi tegak dan pertahankan selama 30 detik.

4. Ulangi pada arah yang berlawanan.

5. Lakukan latihan ini 3 kali sehari selama kurang lebih 3 minggu, dengan jumlah 5 set setiap latihan.

6. Kunci utama dalam mengatasi serangan vertigo adalah tetap tenang. Semakin Anda panik, sensasi berputar akan semakin parah. Sebagian besar kasus vertigo dapat sembuh tanpa pengobatan khusus. 

7. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti golongan steroid, antihistamine, atau procholperazine, harus berdasarkan pemeriksaan dokter.

Jika vertigo masih sering muncul dan mengganggu aktivitas Anda, berkonsultasilah kepada dokter spesialis saraf atau jika diperlukan ke dokter spesialis THT.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...