riau24

Wabup Said Hasyim Minta Masalah Stanting Harus Diatasi Bersama

Rabu, 13 Maret 2019 | 18:59 WIB
Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim/mad Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim/mad

RIAU24.COM -  SELATPANJANG – Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Drs H Said Hasyim dengan tegas mengatakan masalah stanting harus menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan, Desa dan Tim Penggerak PKK. Sehingga bisa diatasi secara maksimal.

“Memang jika melihat data per desa tidak banyak. Tapi jika dikalikan dengan seluruh desa totalnya jadi banyak,” ungkap Wabup, Rabu (13/3/2019).

Disebutkannya stanting adalah kekurangan gizi menahun pada balita yang mengganggu perkembangan otak dan pertumbuhan fisiknya. Sebetulnya, selain karena faktor gizi juga terkait sanitasi.



BACA JUGA : Belum Satupun Hotel di Meranti Bayar Pajak Air Bawah Tanah

Karena sanitasi yang buruk akan menimbulkan gangguan kesehatan pada anak. Kondisi kesehatan ini akan memengaruhi pertumbuhan fisik dan kognitif anak.

“Stanting kita mengkhawatirkan.  Saya tekankan Kades memaksimalkan APBDes untuk mengatasinya. Saya juga minta PKK ikut terlibat membantu mengatasinya,” pintanya.

Dijelaskannya Pemerintah Kecamatan memiliki anggaran, begitu juga Pemerintah Desa. Selain itu PKK juga bisa membantu lewat program yang dtujukan bagi keluarga penderita.

“Stanting ini, tolong jadikan prioritas utama. Karena menyangkut kesehatan anak kita. Jadi tolong masalah ini menjadi tanggung jawab bersama,” sebut dia.

Selain itu, Wabup juga mengharapkan dukungan Diskes, Disos dan Dinas Tanaman Pangan membantu persoalan stanting ini. Agar di Meranti bisa terbebas stanting.



BACA JUGA : EMP Malacca Strait Rehab Pantai Teluk Belitung

Menanggapi hal itu, Camat Tebingtinggi, Helfandi mengaku selalu mengkoordinasikan seluruh persoalan diwilayahnya. Bakan ada forum diskusi lintas satker yang digelar setiap 3 bulan sekali.

“Termasuk masalah stanting ini masih menjadi perhatian kita. Bersama dengan berbagai unsur, terutama Puskesmas, dan Pemerintah Desa serta PKK pembahasan bersama terhadap berbagai persoalan dilakukan. Sampai dengan bagaimana mengatasinya secara bersama,” terang dia.

Untuk di wilayah Tebingtinggi, Helfandi memastikan tidak ada kasus stanting. Meski begitu akan terus dipantau secara bekelanjutan.(***)


R24/phi/mad

PenulisR24/mad


Loading...

loading...