riau24

Heboh Puluhan Warga Jual Tanah di Ponorogo, Disebut Gara-gara Ajaran Kiamat Sudah Dekat

Rabu, 13 Maret 2019 | 21:17 WIB
Rumah di Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur (foto/int) Rumah di Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur (foto/int)

RIAU24.COM -  Rabu 13 Maret 2019, Heboh kabar puluhan warga di Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) jual rumah akibat ajaran kiamat sudah dekat. Puluhan warga itu pengikut Padepokan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah Cabang Ponorogo. 



BACA JUGA : Terseret Kasus Korupsi, Busyro Muqoddas Sarankan Presiden Jokowi Berhentikan Menteri Agama

Seperti dilansir dari Sindonews, Padepokan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah Cabang Ponorogo, diketuai oleh Katimun. Disebut lebih dari 50 warga  dari desa tersebut sudah pindah ke Malang. 

Kapolsek Badegan Ponorogo AKP Suwoyo telah mengantispasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Petugas Polsek Badegan, Ponorogo langsung mendatangi rumah milik Katimun di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo.



BACA JUGA : Terjadi Gempa 3,8 Magnitudo di Tenggara Alor

 

Hanya saja di rumah yang menjadi satu lokasi dengan Padepokan Toriqoh Akmaliyah Asholihiyah Cabang Ponorogo tersebut tidak lagi berpenghuni. 

“Katimun sang pemilik rumah yang juga ketua padepokan telah mengungsi ke Malang sejak dua minggu lalu. Tak hanya Katimun ada 51 warga lain di desa ini yang pindah ke Malang. Mereka hijrah dan akan menetap di Pondok Toriqot Akmaliyah di Sukosari Kasembon, Malang. Warga yang ikut hijrah adalah pengikut atau anggota jamaah tersebut,” sebut Kapolsek. 

Kapolsek sampaikan tidak ada yang tahu alasan pasti Katimun dan puluhan warga itu pindah. Hanya saja disebut-sebut warga yang pindah ke Malang sebab menuntut ilmu dan mencari keselamatan karena sebentar lagi akan kiamat. 

"Para pengikut atau jamaah ini juga menyertakan keluarga. Bahkan anak-anak yang usia sekolah juga diajak sementara tanah dan rumah juga dijual untuk biaya berangkat ke Malang," tutur Kapolsek. 

Sedangkan Perangkat Desa, Saeran sampaikan pihaknya juga terkejut dengan pindahnya sejumlah warga itu. “Mengantisipasi agar tidak ada lagi warga yang ikut pindah ke Malang polisi terus melakukan sosialisasi ke warga,” sebut Saeran. (Sumber Sindonews) 

PenulisR24/riki


Loading...

loading...

Terpopuler