riau24

Ini Faktor Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata, Seperti yang Dialami Menteri ESDN Ignasius Jonan

Kamis, 14 Maret 2019 | 00:20 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan Menteri ESDM Ignasius Jonan

RIAU24.COM -  Kejadian tak mengenakkan dialami Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Ia dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah di mata kanannya.

Meski tidak parah, kondisi itu membuat ia harus memperpanjang waktu di Jepang dan tak dapat hadir dalam acara penandatangan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dengan 18 Pemerintah Kabupaten Kota.

"Beliau harus memperpanjang dinasnya di Jepang karena pembuluh mata sebelah kanannya pecah," ungkap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Rabu 13 Maret 2019, dilansir detik.



BACA JUGA : Banyak Dilakukan, Minum Teh Panas Ternyata Dapat Sebabkan Kanker Kerongkongan

Dalam dunia medis, apa yang dialami Menteri Jonan disebut dengan subconjunctival hemorrhage. Ini terjadi saat pembuluh darah kecil pecah tepat di bawah permukaan bening mata atau conjunctiva. Akibatnya, conjunctiva tak dapat menyerap darah secara cepat dan membuatnya terjebak di area tersebut.

Dirangkum dari Mayo Clinic, biasanya kondisi ditandai dengan warna merah terang di mata dan menimbulkan rasa gatal di permukaan mata. Kondisi ini biasanya tak membahayakan mata dan tak perlu ditangani karena bisa hilang dalam kurang lebih dua minggu.



BACA JUGA : Buah-buahan ini Baik Dikonsumsi Untuk Penderita Asam Urat, ini Manfaat yang Dirasakan

Banyak yang menyebutkan bahwa pembuluh darah di mata bisa pecah karena stres, namun hal tersebut diklaim mitos oleh para ahli.

Meski tak selalu bisa dikenali, namun beberapa aktivitas bisa membuat terjadinya kondisi ini. Di antaranya, seperti batuk-batuk atau bersin yang terlalu keras, muntah dan saat tubuh menegang atau mengejan. Bisa juga terjadi karena seseorang terlalu kasar menggosok mata dan trauma akibat benda asing mencederai mata atau akibat pukulan.

Terkadang pecahnya pembuluh darah di mata juga bisa menjadi tanda bahaya untuk beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes, hipertensi, kelainan darah atau penggumpalan darah, leukemia dan sickle cell disease.

Namun komplikasi jarang terjadi pada kondisi pecahnya pembuluh darah di mata. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...