riau24

Hari Ini, Badai Matahari Diperkirakan Menuju Bumi, Ini Dampaknya Terhadap Jaringan Satelit dan Lainnya

Jumat, 15 Maret 2019 | 09:11 WIB
Badai matahari/int Badai matahari/int

RIAU24.COM -  Badai matahari juga dikenal sebagai badai geomagnetik, diperkirakan akan sampai Bumi pada hari ini Jumat 15 Maret 2019. Ini mengakibatkan dapat mengganggu satelit dan berbagai bentuk komunikasi elektronik, mematikan pasokan listrik, dan memicu aurora yang menakjubkan.

Melansir dari Nasa.id, badai matahari terjadi minggu lalu oleh ledakan besar di atmosfer matahari yang dikenal sebagai suar matahari. Dan dikatakan sedang dalam perjalanan ke Bumi.

Badai tersebut datang bertepatan dengan pembentukan ‘celah equinox’ di medan magnet Bumi, yang diyakini para ahli terbentuk di sekitar titik balik pada 20 Maret dan 23 September setiap tahun.



BACA JUGA : Aplikasi WhatsApp di Negara-negara ini Juga Turut Down Akibat Dua Aplikasi Lain yang Down

Badai geomagnetik adalah gangguan sementara dari medan magnet Bumi yang disebabkan oleh radiasi dan aliran partikel bermuatan dari Matahari.

Dilansir dari laman Express melalui Met Office yang merupakan lembaga layanan cuaca Inggris memberikan peringatan jika Jumat, 15 Maret 2019, akan terjadi ledakan besar sinar kosmik dari Matahari menuju Bumi.

Akibatnya, badai Matahari itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital.

Negara-negara di “bagian utara” Amerika Serikat, seperti Michigan dan Maine, dapat melihat cahaya utara. Dan dapat memicu fluktuasi di beberapa jaringan listrik yang lemah tetapi hanya akan berdampak kecil pada satelit di ruang angkasa, kata pusat itu.



BACA JUGA : Jaringan Gmail Error, Pengguna Dibuat Jadi Kelabakan

Selain itu, sinyal radio dan komunikasi satelit terganggu, jaringan listrik tak aktif, dan seluruh sistem modern bakal rusak, mulai perbankan hingga transportasi.

“Jika badai matahari itu terjadi hari ini, bisa memiliki efek parah pada masyarakat beserta teknologi tinggi kita. Itu sebabnya kita harus meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap badai matahari,” kata Raimund Muscheler, salah satu peneliti dari Lund University di Swedia.(***)


R24/phi/nof

 

PenulisR24/nof


Loading...

loading...