riau24

30 Orang Tewas dalam Penembakan Masjid Selandia Baru, Ada WNI

Jumat, 15 Maret 2019 | 14:22 WIB
Penembak Masjid Selandia lakukan siaran langsung di Facebook Penembak Masjid Selandia lakukan siaran langsung di Facebook

RIAU24.COM -  Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush menyebutkan ada sekitar 30 orang tewas dalam insiden penembakan di dua masjid di Christchurch, Jumat 15 Maret 2019. Namun, para korban belum dapat diidentifikasi.

"Ini benar-benar tragis, begitu banyak orang yang menjadi korban. Kami belum memiliki identitas mereka yang telah meninggal karena tempat-tempat itu terkunci," kata Bush, dikutip Republika mengutip laman New Zealand Herald.



BACA JUGA : Ibu Asal Pelestina Ini Wafat Saat Saksikan Pemakaman Anaknya Yang Jadi Korban Penembakan di Christchurch

Dia mengungkapkan empat orang yang diduga sebagai pelaku telah ditangkap dan ditahan. Mereka terdiri dari tiga pria dan seorang wanita. Kendati demikian, Bush tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lainnya yang ditangkap.

Hingga kini penyelidikan terhadap keempat terduga pelaku masih dilakukan. Bush mengaku belum dapat menyimpulkan tentang motif di balik aksi penembakan tersebut.

Oleh sebab itu, penembakan terhadap dua masjid di Christchurch belum akan disebut sebagai serangan teroris. Kendati demikian, situasinya memang sangat serius.

"Kami saat ini berhadapan dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Selandia Baru. Ini sangat gawat, sangat serius," ujar Bush.

Bush juga menyayangkan adanya video yang mendokumentasikan aksi penembakan tersebar di media sosial. "Seharusnya tidak di domain publik," ucapnya seraya menambahkan kepolisian akan berupaya menghapusnya.



BACA JUGA : Pasca Pembakan, Selandia Baru Kembali Buka Dua Masjid Christchurch

Aksi penembakan di dua masjid di Christchurch terjadi saat umat Muslim di sana menunaikan shalat Jumat. Terdapat ratusan orang di dalam masjid, enam di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Selendia Baru dilaporkan telah berhasil menghubungi tiga WNI. Namun, tiga WNI lainnya belum diketahui kabarnya.

PenulisR24/iko


Loading...

loading...