riau24

Wow, Semua 737 MAX Terancam Dikandangkan, Sebesar Inilah Kerugian yang Bakal Dialami Boeing

Jumat, 15 Maret 2019 | 15:13 WIB
Boeing seri 737 merupakan pesawat paling laku yang pernah diproduksi Boeing. Saat ini produsen pesawat asal AS itu terancam rugi besar, setelah seluruh 737 Max bakal dikandangkan. Foto: int Boeing seri 737 merupakan pesawat paling laku yang pernah diproduksi Boeing. Saat ini produsen pesawat asal AS itu terancam rugi besar, setelah seluruh 737 Max bakal dikandangkan. Foto: int

RIAU24.COM -  Perusahaan produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, saat ini benar-benar dibuat kelabakan. Pasalnya, hampir semua perusahaan maskapai penerbangan, memilih tidak menggunakan Boeing 737 Max untuk sementara waktu, sehingga pesawat itu benar-benar terbukti aman digunakan.

Yang terbaru, giliran Badan Penerbangan Federal AS (FAA) akhirnya memutuskan untuk  "mengandangkan" sementara pesawat paling laku buatan perusahaan Boeing tersebut. Kerugian tak terhingga, kini menanti di depan mata.  

Kebijakan itu diambil setelah FAA menemukan bukti yang mengaitkan antara jatuhnya Ethiopian Airlines pada Minggu lalu dengan tragedi Lion Air pada Oktober tahun lalu.



BACA JUGA : Maksimalkan Upgrade USIM 4G, Pelanggan Akan Dapatkan Ini, Begini Caranya

Tak ayal, Keputusan FAA ini membuat pemesanan 737 MAX senilai 633 miliar dolar AS atau lebih dari Rp9 ribu triliun berada dalam bahaya.

Dilansir kompas, Jumat 15 Maret 2019, saat ini Boeing mendapatkan 4.617 pesanan dan dengan tambahan 613 unit Boeing 737 MAX. Bila ditotal, jumlahnya mencapai 633 miliar dolar AS atau setera Rp9.000 triliun.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melarang pesawat ini dioperasikan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sementara Jepang melarang 737 MAX terbang di wilayah udaranya.

Di sisi lain, Korean Air yang sebelum tragedi Etthiopian Airlines memesan 30 unit Boeing 737 MAX, mengatakan tetap akan mendapatkan pesawat pertamanya pada Mei. Namun, Korean Air tidak akanm menerbangkannya sampai pesawat tersebut benar-benar terbukti aman.



BACA JUGA : BreadTalk Berikan Promo Khusus Dalam Perayaan 16 Tahun di Indonesia

Juru bicara Korean Air mengatakan, tak ada perubahan jadwal terkait pengiriman pesawat tersebut. Namun, manajemen tidak menepis kemungkinan untuk mempertimbangkan pemesanan alternatif dari produsen pesawat lainnya. ***

PenulisR24/wan


Loading...

loading...