riau24

Sempat Disebut Menghilang, Seorang WNI Tewas dalam Penyerangan Brutal di Masjid Selandia Baru

Sabtu, 16 Maret 2019 | 22:40 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, bertemu anggota komunitas Muslim setelah penembakan brutal di dua masjid Christchurch, Selandia Baru.  Foto: int Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, bertemu anggota komunitas Muslim setelah penembakan brutal di dua masjid Christchurch, Selandia Baru. Foto: int

RIAU24.COM -  Sempat disebut hilang setelah penyerangan brutal dan biadab di masjid di Selanda Baru, Jumat kemarin, nasib seorang warga negara Indonesia (WNI) atas nama Lilik Abdul Hamid, akhirnya terungkap. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington memastikan Lilik termasuk salah satu korban tewas dalam aksi brutal yang membuat gempar dunia tersebut.

"KBRI Wellington menerima kabar pukul 22.10 waktu Selandia Baru bahwa WNI atas nama Lilik Abudl Hamid menjadi korban meninggal dunia dalam peritiwa penembakan di Christchruch," sebut pernyataan resmi KBRI Welington yang, Sabtu 16 Maret 2019.



BACA JUGA : Idol Korea Ini Hengkang Dari JYP, Nama Suzy Jadi Trending Topik Indonesia

Dilansir republika, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk selandia BAru, Tantowi Yahya bersama WNI yang ada di Christchruch, langsung mengunjungi kediaman almarhum Lilik dalam rangka memberikan dukungan terhadap musibah ini.

Sementara Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi telah menyampaikan belasungkawa langsung kepada istri almarhum, Nina Lili Abdul Hamid melalui sambungan telepon. Ungkapan serupa juga disampaikannya melalui akun twitter.

"Inna lillahi wa inna ilaihirojiun. duka Cita yang dalam atas meninggalnya Bapak Lilik Abdul Hamid, WNI korban serangan teroris di Masjid Al-Noor, Christchruch," ujar Menlu Retno.



BACA JUGA : Mampu Membakar Rudal Musuh, Tahun Depan AS Gunakan Meriam Laser di Kapal Perang

Sejauh ini, ada sebanyak 7 orang WNI yang berada di dalam dua masjid yang menjadi tempat terjadinya penembakan brutal tersebut. 4 orang dinyatakan selamat, 2 orang luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit dan satu lainnya meninggal dunia.

KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi WNI yang terkena dampak peristiwa penembakan di Christchurch.

KBRI Wellington telah membentuk Posko Sementara, yang bertugas memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan. ***

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, bertemu dengan anggota komunitas Muslim setelah penembakan massal di dua masjid Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019. ***

 

PenulisR24/wan


Loading...

loading...