riau24

Terkesan Sepele, Ini Alasan Kenapa Video Seks Amatir Lebih Buat Penasaran

Minggu, 17 Maret 2019 | 07:27 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Belakangan ini, Seungri 'BIGBANG' menjadi sorotan publik karena dikabarkan menyebar video-video seks amatir dan membuatnya menjadi salah satu aktor terlibat skandal prostitusi.

Selain Seungri, pasangan di Amerika Serikat juga dikabarkan mampu meraup kurang lebih 14 juta rupiah perminggu karena mengunggah video seks amatir miliknya. Bahkan, setiap video mereka dipatok dengan harga 100 ribu rupiah

Lantas, apa yang menjadi alasan video seks amatir lebih bikin penasaran?


BACA JUGA : Mantap Abis, Cara Pengelola Supermarket Ini untuk Mencari Pengganti Plastik, Patut Diacungi Jempol

Melansir dari laman Detik.com, Jumat, 15 Maret 2019, menurut Internet Pornography Statistic, ada lebih dari 24 juta situs web porno yang tersedia di internet, dengan porno amatir menjadi salah satu pilihan yang disediakan.

Kemudian, dari data dari situs Porn Hub menunjukkan, video seks amatir menempati posisi 11, naik 4 peringkat dari tahun lalu.

Pakar psikiatri dari New York Presbyterian Hospital, Dr Gail Saltz, mengatakan bahwa memang terdapat film porno yang dibuat dengan serius dan dilengkapi skrip serta aktor, tetapi pornografi amatiran lebih memberikan kesan 'nyata' dan tidak dibuat-buat.

"Pornografi sudah ada sejak lama, tetapi itu fiksi. Kamu tidak benar-benar tahu apa yang mereka lakukan dengan pasti, kemudian muncul tren amatir yang pada saat ini diapresiasi secara sensasional," kata dr Saltz.


BACA JUGA : Rasanya Manis, ini Resep Membuat Barongko khas Bugis

Dia menambahkan, pornografi bukanlah sesuatu yang baru. Tapi ada kecenderungan orang memfilmkan diri mereka sendiri dan mempostingnya di internet. Pornografi amatir saat ini menjadi tren karena teknologi semakin canggih.

Bahkan penyedia jasa konten pornografi juga mempersilahkan penonton anonim mereka untuk menonton sesi seks secara langsung dan memberitahu 'aktornya' untuk melakukan tindakan tertentu.

"Orang-orang ingin menonton yang lain berhubungan seks. Ini menciptakan ide bahwa hal itu benar-benar nyata dan mereka merasakan bahwa seks benar-benar terjadi," tuturnya.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...