riau24

SMS Hoax Bagi Sembako Beredar, Warganet : Kami Tak Butuh Sembako, Cuma Mau Prabowo Jadi Presiden

Minggu, 17 Maret 2019 | 16:11 WIB
SMS hoax SMS hoax

RIAU24.COM -  Pesan pendek berupa informasi pembagian sembako bagi pendukung Calon Presiden dan Wakil Presiden beredar di Pekanbaru. Pesan itu dipastikan kabar bohong (hoax) yang ditujukan untuk merusak nama Prabowo-Sandi.

Klarifikasi soal pesan pendek yang diterima sejumlah pemilik telepon seluler itu disampaikan akun Facebook bernama Faisal selaku sebagai panglima Relawan Nasional Prabowo-Sandi (RN-PAS) Provinsi Riau.

"Diberitahukan kepada semua relawan dan kawan2 pendukung Capres/Cawapres 02 Prabowo-Sandi telah tersebar SMS hoax yg secara langsung sengaja ingin menjatuhkan nama Paslon Capres/Cawapres 02 Prabowo-Sandi dan RN-PAS (Relawan Nasional Prabowo-Sandi) Provinsi Riau.

Saya Panglima RNPAS Riau  mewakili seluruh para pengurus RNPAS-Riau mengklarifikasi pemberitahuan SMS hoax ini tersebut. Diharap dan menghimbau kepada seluruh para Relawan dan Aktivis pendukung 02 Prabowo-Sandi seIndonesia untuk kedepannya agar lebih berhati2 dan semakin semangat terus sampai menjelang Pilpres 17 April 2019," tulis Faisal.

Ia juga mengunggah foto sebuah handphone yang mendapatkan pesan pendek yang berisi kata-kata," berikan dukungan kepada Prabowo-Sandi. Dapatkan sembako dengan menukar SMS ini sebelum pukul 10.30 di Sekre BPP Pas, Jalan Arifin Ahmad/Sekre RN-PAS jl Paus. Husni Thamrin".

Sejumlah warganet mengaku ada yang mendapatkan SMS tersebut, namun tidak mengindahkannya. Warganet juga menyatakan tidak akan terpengaruh dengan SMS gelap dan tetap akan pilih Prabowo-Sandi.

"Iya kemaren tu saya juga dapat sms begituan tapi tak saya hirau kan saya fokus sama penyambutan bapak prabowo saja," tulis Hendra Skaenhal.

"Kami nggak pernah berharap sembako dari pak prabowo..tapi kami berharap pak prabowo jadi presiden kami," Ani Piliang.

"Walau banyak pun dia berita kan, kami tetp #02 tdk akan pernah percaya dgn bejuta berita buruk yg kalian kirim cebong, krn kami menggunakan akal sehat bukan akal kedunguan," komentar Echi Zahari.***

 

R24/barw

PenulisR24/bara


Loading...

loading...

Terpopuler