riau24

Buntut Karhutla, Kota Dumai Masih Didera Kabut Asap Pekat

Jumat, 29 Maret 2019 | 12:08 WIB
Seorang warga Kota Dumai mengendari motor dengan latar belakang lahan yang terbakar. Foto: int Seorang warga Kota Dumai mengendari motor dengan latar belakang lahan yang terbakar. Foto: int

RIAU24.COM - Hingga Jumat 29 Maret 2019 hari ini, Kota Dumai masih saja didera kabut asap pekat. Hal ini karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih saja berlangsung di kawasan itu. Begitu juga dengan jarak pandang, sejauh ini masih terbatas.

"Jarak pandang di Kota Dumai 3 kilometer akibat asap," ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno, dilansir antara.

BMKG menyatakan berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB, di Riau masih terdeteksi tiga titik api atau indikasi kuat karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 hingga 100 persen.



BACA JUGA : Wali Kota Dumai Tersangka Suap, Ini Profil Singkat Zulkifli As

Dua titik terdeteksi berada di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Secara geografis, kawasan itu berdekatan dengan Kota Dumai. Sedangkan satu titik lain berada di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sementara itu, Edi, seorang warga Dumai mengakui, kabut asap yang terjadi di Dumai pada hari ini merupakan yang paling parah, dibanding hari-hari sebelumnya.

Menurutnya, kabut asap memang sudah dirasakan sejak awal Maret 2019 lalu. "Namun, hari ini yang paling parah. Membuat mata menjadi perih," ujarnya, dilansir okezone.



BACA JUGA : KPU Dumai Lakukan Pembetulan Kesalahan Input Formulir C1

Hingga pekan terakhir Maret ini, karhutla di Provinsi Riau terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, luas karhutla di sana mencapai lebih dari 2.800 hektare yang terjadi di seluruh 12 kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, dari total 2.800 hektare lahan terbakar, mayoritas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di wilayah pesisir Riau tersebut, tercatat luas lahan terbakar mencapai 1.300 hektare. ***

 

 

PenulisR24/wan


Loading...

loading...