riau24

Diduga Tersengat Listrik, Remaja 12 Tahun Ditemukan Tewas Di Rumah Kosong

Rabu, 10 April 2019 | 09:35 WIB
Remaja korban sengatan listrik bernama Nabil saat dioptopsi di Rumah sakit. Foto. (Ist). Remaja korban sengatan listrik bernama Nabil saat dioptopsi di Rumah sakit. Foto. (Ist).

RIAU24.COM - TAMBANG - Warga Perumahan Griya Setia Nusa Desa Kualu Kec. Tambang, pada Selasa sore (9/4/2019) sekira pukul 16.00 Wib dihebohkan dengan penemuan mayat seorang remaja pria yang diduga meninggal dunia akibat tersengat arus listrik. 

Korban diketahui bernama Nabil Muhammad Putra (12 tahun), pelajar, warga Perumahan Griya Setia Nusa Blok C3 No. 16 Desa Kualu Kecamatan Tambang, korban ditemukan warga tergeletak di halaman sebuah rumah kosong di kawasan perumahan tersebut.



BACA JUGA : Bermain Mercon, Bocah Kelas 5 SD Ini Alami Luka Bakar Serius

Mendapat informasi atas kejadian ini, Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH langsung perintahkan Ka SPK Aiptu Gatot beserta beberapa personel Polsek untuk mendatangi lokasi kejadian. 

Selanjut pihak keluarga korban didampingi Personel Polsek Tambang membawa mayat korban ke RS Bhayangkara Polda Riau, untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Proses otopsi berlangsung dari pukul 23.00 Wib hingga pukul 02.00 Wib Rabu dinihari (10/4), setelah itu jenazah langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Painan, Sumatera Barat, menggunakan Mobil Ambulance untuk dimakamkan dikampung halaman orang tuannya. 

Kapolsek Tambang Iptu Jurfredi SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Kapolsek bahwa dari hasil pemeriksaan bedah mayat (Otopsi) terhadap korban, oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Riau yang dipimpin dr. Arwan, M.Sked.For, Sp.FM disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik. 

"Pada tubuh korban ditemukan luka bakar parah, diduga akibat sengatan listrik tingkat tinggi," sebutnya.



BACA JUGA : Penjambret ASN Di Kampar Tak Berkutik Diringkus Polisi

Lebih lanjut disampaikan Kapolsek bahwa pihaknya masih mendata mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui kronologi kejadian.

"Untuk kronologis lengkapnya masih kita proses, dengan meminta keterangan para saksi-saksi," tutupnya.

PenulisTIM BERKAS 36


Loading...

loading...