riau24

Blank, Vokalis GAMMA Band Asal Malaysia, Sepuh Yang Mengguncang Bokor One Night

Kamis, 11 April 2019 | 18:35 WIB
Atuk Blank saat manggung di Bokor/mad Atuk Blank saat manggung di Bokor/mad

RIAU24.COM -  BOKOR - Band tempat dia berkarya sudah tidak eksis lagi. Tapi namanya masih akrab di telinga masyarakat di wilayah pesisir Pulau Sumatera, khususnya di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Blank, sepuh yang sudah berumur 64 tahun ini merupakan vokalis dari Band asal Malaysia GAMMA (Gabungan Anak Muda Malaysia). Band ini sangat terkenal di negeri jiran itu dan juga Indonesia pada tahun 1980-an sampai 1990-an. Lagu yang masih diingat hingga saat ini adalah kembang terhalang.

Dalam pelaksanaan Bokor One Night, Rabu malam (10/4/2019), yang digelar di lapangan sepakbola, Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kepulauan Meranti, Riau, Atuk yang sudah memiliki 12 orang cucu itu masih bisa mengguncang Bokor. Bahkan saat ia manggung tidak sedikit masyarakat yang meminta swa foto bersamanya.



BACA JUGA : Ramadhan, ASN Meranti Masuk Jam 08.00 WIB, Pulang Jam 15.00 WIB

Baik tua, muda dan anak-anak ikut bernyanyi dan menari bersama atuk yang masih enerjik itu dibawah panggung. Ia menyanyikan 7 judul lagu. Selain lagu dari album GAMMA, atuk juga menyanyikan lagu dari Band Scorpio.

“Saya senang bisa datang kesini. Karena masyarakat Bokor sangat baik, ramah dan sangat terbuka terhadap tamu. Lain waktu, kalau ada kesempatan, walaupun tidak diundang, Atuk tetap akan datang lagi ke Bokor,” ungkapnya.

Hal yang paling berkesan menurut Atuk Blank adalah mandi air perigi. Sudah lama ia tidak mandi dari perigi langsung.

“Selama 30 tahun atuk berkarya sebagai bintang rock, baru kali ini nampil diluar Malaysia dan tidak pernah mandi langsung dari perigi. Dan, itu semua, Atuk temukan di Bokor. Mandi air perigi sangat segar,” ucapnya.

Dari Malaysia, Atuk tidak sendirian. Ia datang bersama bintang rock lainnya, Malik, vokalis Zabarjad Band yang ngetop di Tahun 1990-an.

Malik tampil membawakan sejumlah lagu andalannya dengan diiringi Sanggar Bathin Galang band. Keberadaan mereka berdua mampu menghipnotis penonon yang datang malam itu.

Selain duo bintang Slow Rock Malaysia itu, dalam Bokor One Night juga tampil, Budak Bokor (B2), Catur Band, dan Way Band.  Dengan mengkombinasikan antara musik dan teater, Way Band yang dimotori Jefri Al Malay mampu menutup iven musik tahunan di Bokor ini dengan luar biasa.

Sebelumnya, Ketua Sanggar Bathin Galang Bokor, Sopandi menjelaskan bahwa Bokor One Night malam itu menjadi gelaran ke-4. Dimana sejak tahun 2014 lalu, selalu rutin dilaksanakan hampir setiap tahun.

“Kegiatan ini rutin kita lakukan. Sudah banyak peyanyi dan band dari luar Meranti, luar Riau, bahkan luar Negeri didatangkan untuk memeriahkannya,” ucapnya.

Selain untuk menghibur masyarakat, pelaksanaan Bokor One Night kali ini juga dapat untuk menyegarkan otak dari carut marut dan tempo perpolitikan yang sedang tinggi dan panas. Ia berharap gelaran yang ia sajikan bisa membuat masyarakat lebih santai.

“Suhu politik kita jelang Pemilu semakin hangat. Jadi mari kita fresh (segarkan) otak kita sejenak dengan menyaksikan kegiatan musik ini,” katanya.

Pj Kepala Desa Bokor, Aminullah MSi mengaku merasa beruntung dengan keberadaan Sanggar Bathin Galang. Karena dengan eksistensi dan konsistensi mereka dapat memperkenalkan Desa Wisata Budaya Bokor tidak hanya ditingkat daerah, ataupun nasional saja, tetapi juga ketingkat dunia.  

“Dulu, tidak banyak yang mengenal Bokor. Tapi saat ini sudah dari berbagai Negara kenal dengan Bokor sebagai Desa Wisata Budaya di Kepulauan Meranti. Kami berharap, teruslah berbuat untuk membangun negeri,” harapnya.



BACA JUGA : 92 CPNS Pemkab Meranti Ikuti LPj Selama 8 Hari

Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Tengku Arifin menilai Bokor sangat potensial. Selain memiliki berbagai iven yang sudah mendunia, juga memiliki alam yang indah dengan kebaradaan sungai dan tanaman menggrove nya.

“Kami akan terus mendorong Desa Bokor berkembang. Makanya kita selalu mengalokasi sejumlah kegiatan dan pembangunan disini untuk mendukung Bokor sebagai Desa Wisata Budaya di Kepulauan Meranti. Kami juga akan mengusulkan paying hukum dalam bentuk Perda untuk mendorong itu semua,” ucapnya.(***)


R24/phi/mad

 

PenulisR24/mad


Loading...

loading...