riau24

Misi Ambisius Israel Gagal, Pesawat Luar Angkasa Rusak Menghantam Bulan

Jumat, 12 April 2019 | 09:02 WIB
Pesawat Luar Angkasa Israel (BBC) Pesawat Luar Angkasa Israel (BBC)

RIAU24.COM -  ISRAEL - Pesawat ruang angkasa milik Israel yang diberi nama Beresheet, jatuh menghantam permukaan Bulan. Wahana ruang angkasa tak berawak itu berusaha melakukan pendaratan secara perlahan, tetapi mengalami masalah teknis saat turun sehingga menghantam permukaan Bulan.

Israel berharap menjadi negara keempat yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasanya di Bulan. Sejauh ini hanya bekas Uni Soviet, Amerika Serikat, dan China yang berhasil mendaratkan wahan ruang angkasanya di Bulan.

"Kami tidak berhasil, tetapi kami sudah mencoba. Saya pikir pencapaian kami amat luar biasa," kata Morris Kahn, pencetus proyek dan pendukung utama misi ruang angkasa ini seperti dilansir okezone.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menyaksikan langsung dari ruang kontrol di dekat Ibu Kota Tel Aviv, mengatakan: "Jika awalnya tidak berhasil, harus dicoba lagi."

Setelah perjalanan selama tujuh pekan menuju Bulan, pesawat ruang angkasa tak berawak itu mendekati orbit terakhir sejauh 15km dari permukaan. Tujuan misi ruang angkasa yang didanai swasta ini untuk melakukan pemotretan dan melakukan eksperimen.

Suasana tegang terlihat di pusat pengendali karena mereka kehilangan kontak komunikasi, sebelum akhirnya Opher Doron—salah seorang pimpinan divisi ruang angkasa Israel, Aerospace Industries—mengumumkan bahwa wahana ruang angkasa itu gagal mendarat.

Masyarakat yang berada di luar ruangan kontrol di markas Israel Aerospace Industries (IAI) dan mengikuti proses pendaratan wahana itu, tak kuasa menahan emosi ketika mengetahui kegagalan pendaratan Beresheet.

Saat Doron mengumumkan wahana ruang angkasa itu mengalami kerusakan mesin, sebagian warga di ruangan itu terlihat histeris. "Kami mengatur ulang wahana itu agar mesinnya dapat hidup lagi," katanya.

Mesin sempat menyala beberapa detik dan penonton lantas bertepuk tangan. Tapi tiba-tiba komunikasi terputus dan pesawat ruang angkasa itu hilang dari pemantauan. Misi berakhir.

Proyek ambisius ini menelan biaya sekitar US$100 juta dan telah membuka jalan bagi eksplorasi bulan berbiaya rendah di masa depan.***

 

R24/bara

PenulisR24/saut


Loading...

loading...