riau24

Sempat Viral, Bawaslu Bantah Ketua Panwaslu KL Relawan Prabowo-Sandi

Jumat, 12 April 2019 | 15:34 WIB
Ruko di Malaysia tempat ditemukannya surat suara yang sudah tercoblos, dipasangi police line. Foto; int Ruko di Malaysia tempat ditemukannya surat suara yang sudah tercoblos, dipasangi police line. Foto; int

RIAU24.COM -  Bawaslu menepis isu yang menyebutkan Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Yazza Azzahra Ulyana, adalah relawan Prabowo-Sandiaga. Bantahan itu disampaikan Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin, setelah kabar itu sempat viral di media sosial.

Ia menegaskan, foto perempuan berpose bareng relawan Prabowo-Sandi yang viral di medsos, dipastikan bukanlah Yazza.



BACA JUGA : Jubir Prabowo-Sandi: Rekonsiliasi Dilakukan Kalau Ada Konflik, Netizen Sebut Begini

"Saya sudah memastikan semua tidak benar, itu hoaks, terkait foto-foto keterlibatan yang bersangkutan dengan atau berbaju salah satu tim paslon. Ini sudah dibantah yang bersangkutan ke saya, tetapi kami sudah berkoordinasi untuk nanti segera menyiapkan klarifikasi terkait informasi-informasi ini," kata Afif di Kantor Bawaslu Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 12 April 2019.

Dilansir detik, foto viral yang dimaksud Afif, adalah foto seorang perempuan berkacamata yang memakai kemeja biru dengan logo garuda merah khas Prabowo-Sandi. Perempuan itu berpose dua jari dengan orang-orang lain yang berpakaian sama.



BACA JUGA : Arie Kriting: Siapa Pun Presiden Terpilih Harus Didukung, Netizen Sebut Begini

Di media sosial, perempuan di foto itu disebut sebagai Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yazza Azzahra Ulyana. Padahal perempuan itu bukanlah Yazza.

Selain itu, Afif memastikan petugas Panwaslu di Malaysia berada dalam posisi netral. Sebab, saat perekrutan dilakukan, sudah dipastikan bahwa tidak ada petugas Panwaslu di Malaysia yang terlibat politik.

"Kami tentu akan memastikan informasi dari jajaran kami, dalam posisi kami percaya, data-data terkait proses ketika kami merekrut yang bersangkutan. Tapi yang bersangkutan sudah mengungkapkan foto-foto itu tak benar," imbuh Afif. ***

 

PenulisR24/wan


Loading...

loading...