riau24

Soal Penerimaan Negara, Prabowo Kembali Singgung Soal Kebocoran

Sabtu, 13 April 2019 | 21:29 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

RIAU24.COM - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan bahwa masalah penerimaan negara adalah hal sangat krusial.

Pada saat debat, dia menyinggung tentang pernyataan dari KPK yang mengatakan seharusnya Indonesia menerima Rp 4.000 triliun setiap tahun.

"Saya selalu bilang kebocoran pendapat mencapai Rp 1.000 triliun, tapi sekarang ini hanya Rp 2.000 triliun dan artinya ada kebocoran Rp 2.000 triliun," kata Prabowo saat debat terakhir pilpres 2019.


BACA JUGA : Pulih dari Sakit, Sandiaga Lari Keliling Stadion GBK

Pada saat itu, Prabowo juga menjelaskan jika pada tahun 1997 ketika orde baru, tax ratio Indonesia mencapai 16 persen, tapi sekarang merosot 10 persen.

Dia pun juga membandingkan tax ratio dengan Malaysia dan Thailand yang tax rationya sebesar 19 persen. Kata Prabowo, mereka menggunakan sistem informatika dan selalu menerapkan ketransparanan.

"Saya yakin dengan sistem informatika, kita bisa belajar dengan negara Thailand maupun Malaysia," kata Prabowo.


BACA JUGA : Diduga Karena Suara Jokowi Anjlok, Bupati Madina Mengundurkan Diri

Sementara itu, Sandiaga Uno menambahkan soal jika pihaknya memimpin Indonesia, maka dia akan memisahkan badan pemerimaan negara yang masih berada di kementerian.

"Kami akan pisahkan badan penerimaan negara dengan kementerian dan akan langsung dibawah presiden. Zakat kami memulai mal pelayanan zakat. Dan kita akan jemput bola," kata Sandi.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...