riau24

Atasi Kemiskinan, Prabowo: Indonesia Perlu Belajar ke China

Sabtu, 13 April 2019 | 21:58 WIB
Prabowo Subianto Prabowo Subianto

RIAU24.COM -  Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Indonesia harus berani mencontoh China yang dapat mengentaskan kemiskinan hanya dalam waktu 40 tahun. Hal ini merujuk pada dimulainya keterbukaan ekonomi China yang dimulai era Deng Xiaoping pada tahun 1979. 



BACA JUGA : Raih Suara Terbanyak, Tim Relawan ABS Siap Kawal Suara Hingga ke KPU

Hal tersebut dikatakan Prabowo dalam menanggapi pertanyaan mengenai daya beli petani dan nelayan yang terus mengalami penurunan, padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan maritim. 

"Kita harus berani mengoreksi diri, kita harus contoh seperti RRC Tiongkok dalam 40 tahun dia hilangkan kemiskinan, 40 tahun," ujar Prabowo dalam debat capres-cawapres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. 

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bangsa Indonesia kembali lagi pada UUD 1945 Pasal 33. Hal ini berguna untuk membangun industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, hingga melindungi petani dan nelayan Indonesia.

"Saya tidak salahkan bapak, kita harus kembali pada UUD 1945, belajar yang baik. Kita harus berani merencanakan pembangunan industrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani kita, lindungi nelayan kita, itu yang harus kita jalankan," jelasnya. 

Prabowo pun kembali menegaskan, kondisi daya beli petani dan nelayan yang menurun tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi sebagai Presiden RI saat ini, melainkan presiden sebelumnya. 

"Jadi saya tidak salahkan bapak, ini kesalahan besar. Presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus tanggung jawab. Benar, itu pendapat saya," tambahnya.



BACA JUGA : KawalPemilu: ada Selisih 268.842 Suara, ini Perolehan Suara Sementara Jokowi-Maruf vs Prabowo-Sandi

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Begitu juga angka ketimpangan (Gini Rasio).


Sumber:  Kumparan

PenulisR24/riko


Loading...

loading...