riau24

Prabowo Subianto: Garuda Indonesia Dilahirkan kok Dibiarkan Morat Marit

Sabtu, 13 April 2019 | 22:37 WIB
Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

RIAU24.COM - Cawapres Nomor Urut 02, Sandiaga Uno mempertanyakan kepada pasangan petahana tentang apa upaya yang dilakukan untuk menciptakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi world trush company.

Hal itu ditanya oleh Sandi ketika dirinya mendapatkan surat dari pegawai yang resah akan kondisi BUMN saat ini.

Pada saat itu, Jokowi menjawab bahwa pihaknya akan membangun holding BUMN, baik holding bidang kontruksi, holding bidang migas, holding pertanian dan perkebunan, perdangan dan lain-lain.


BACA JUGA : Diduga Karena Suara Jokowi Anjlok, Bupati Madina Mengundurkan Diri

"Disamping ada holding diatasnya akan ada super holding. BUMN harus berani keluar dari kandang, menjadi pioner membuka pasar," kata dia dalam debat kelima pilpres 2019, Sabtu, 13 April 2019.

Hal itupun ditanggapi kembali oleh Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto. Dia mengatakan bahwa  BUMN merupakan bentrng terakhir indonesia.

"Benteng itu goyah. Contoh beberapa lalu Bloomberg melakukan studi tentang penerbangan, berapa kursi yang diduduki penerbangan agar bisa untung," kata Prabowo.



BACA JUGA : Tanggapi Hinaan Istri Andre Taulany, BPN Sebut Keterlaluan dan Penghinaan yang Luar Biasa

Dia menambahkan, dari studi tersebut, maskapai Garuda Indonesia baru untumg kalau jumlah kursi yang diduduki mencapai 120 persen.

"Tidak bisa untung-untung pengelolaannya. Mau bikin holding yang sekarang aja tidak dikelola dengan baik. Sekarang jatuh tidak tahu masa depannya bagaimana. Garuda yang kita lahirkan kok dibiarkan morat marit," tutur Prabowo.

PenulisR24/ibl


Loading...

loading...